Believe me

221 29 30
                                        

"KAI" teriak Sehun saat melihat istrinya itu berada di tepi bukit, entah apa yang dipikirkan oleh kai sehingga ia berada di pinggiran bukit yang mengarah ke jurang.
Sehun langsung saja berlari dan menarik Kai kedalam pelukannya.





"Kenapa kau ingin bunuh diri? Apa kau marah karena aku tidak kunjung kembali padamu? Maafkan aku tapi aku tidak sanggup kehilangan mu, sayang" Sehun menangkup pipi tembam kai dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.





Kai masih terbengong dan tidak membalas ucapan Sehun tadi. Kristal bening mulai mengucur turun dari mata indah sang putri, sehingga Sehun yang melihatnya menjadi gelagapan dan panik






"Hei,ada apa? Jangan menangis kumohon" Kai menepis tangan Sehun yang berada di pipinya. Ia lalu menundukan kepalanya dan terisak pelan. "Aku merindukan rumah ku, seharusnya aku tidak berada di sini. Keberadaan ku hanya membuat waktu menjadi tidak stabil, aku ingin pulang" Isak kai, ia meletakan kepalanya diantara kedua lututnya.






"Disini adalah rumahmu, ke mana lagi kau ingin pulang?" Sehun bertanya balik, ia mengelus surai legam sang istri sembari menenangkan nya. "Disini bukan lah rumah ku. Aku berasal dari masa depan, sangat jauh dibandingkan masa kini. Joseon bukanlah tempat aku berasal. Entah kenapa, tiba-tiba aku terbangun di tubuh sang putri...yang anehnya memiliki nama yang sama dengan ku" Kai berucap lirih.






"Kau bercanda? Itu sungguh tidak mungkin, perjalanan waktu itu mustahil untuk dilakukan" Sehun menanggapinya dengan bercanda. Namun Kai semakin marah dan meronta minta dilepaskan oleh Sehun. "Tenanglah, aku tidak akan membiarkan mu pergi. Aku hanya ingin kau tetap berada di sini bersama ku.....
Aku sudah pernah mendengar ceritamu sebelum nya, dan aku tau jika kau ingin kembali maka kita tidak lagi bersama. Namun aku sudah mencintai mu, kau sudah berhasil menaklukkan hatiku. Kenapa kau ingin pergi sekarang?" Sehun bertanya sedih.






"Aku pikir jika aku loncat dari tebing, maka aku bisa kembali ke masa depan. Namun jika kali ini aku mati, apa masih ada kesempatan aku kembali hidup di masa depan? Bagaimana kalau jiwa ku telah mati....."






"Hei......hei jangan berpikir macam macam. Kau hanya perlu bertahan hidup di masa kini. Aku yakin Tuhan mengijinkan mu hidup di era ini karena disinilah takdir mu berada dan Tuhan memberikan kesempatan mu hidup sekali lagi agar bisa memperbaiki hidup mu. Jadi, jangan sia siakan kehidupan kedua mu ini. Jangan pikirkan hal yang bodoh" Kai menoleh ketika mendengar perkataan Sehun, dan ia tidak menemukan satupun dusta diantara perkataan Sehun. Yang dikatakan oleh suaminya itu benar adanya.






Lalu kenapa ia harus berpikiran pendek, bahwa jika ia mati maka ia akan kembali ke masa depan, agar ibunya tidak merasakan kesepian hidup tanpanya. Padahal kesempatan kedua hidupnya ini tidak boleh ia sia-siakan hanya karena pemikiran nya yang sempit.






Dan jika berbicara tentang takdir.......







Mungkinkah takdirnya memang berada di masa lalu? Alasan kenapa Tuhan memberikan nya kehidupan lagi di masa lalu adalah untuk memperbaiki masa lalu agar masa depan bisa menjadi lebih baik lagi? Dan karena takdir nya terikat dengan Oh Sehun, maka sejauh apapun ia pergi maka laki-laki itulah yang akan menjadi rumahnya?.






"Kumohon jangan biarkan aku pergi jauh darimu. Jangan biarkan aku lepas darimu, Sehun-ah. Aku akan menjalani kehidupan kedua ku dengan baik. Aku berjanji akan memperbaiki masa depan" bisik Kai tepat di telinga Sehun.







"Aku tidak akan pernah melepaskan mu kai, pegang janji ku pada mu. Kau telah membuat ku terikat dan ikatan itu tidak akan pernah lepas" balas Sehun sambil menyatukan bibirnya dengan Kai, menyalurkan semua afeksi dan rasa kerinduan yang sudah begitu membuncah di dadanya.






The Past Is My DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang