I have him

230 29 22
                                        

Sehun melempar pedangnya ke arah pohon dan langsung menancap di tengah tengah batang pohon itu. Ia lalu menatap ke arah Chanyeol yang telihat menegang di sebelahnya. Sang putra mahkota sepertinya kaget melihat kejadian barusan.





"Kita harus menumpas mereka seperti itu, ke pusat masalahnya sampai mereka mati. Kita harus segera bergerak cepat dan jangan sampai mereka berkembang cepat. Dan yang harus kita pastikan adalah, cari siapa dalang dari semua ini dan jangan biarkan mereka lepas" Sehun menyungingkan smirk nya.






"Untuk apa lagi kau mencari siapa dalang semua ini. Tentu saja jawaban nya adalah jieun. Dia sangat ingin ayahku mati dan dia bisa mengendalikan tahta melalui Luhan. Kau tau bukan bagaimana Luhan hampir membunuh Jeno hari itu?. Pasti itu karena perintah jieun. Luhan adalah anak yang patuh, dia pasti akan mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya.





"Kau tidak boleh hanya berfokus pada jieun, yang mulia. Karena di istana itu memang merupakan tempat yang terlihat aman dan menyenangkan, namun di dalamnya banyak musuh dan juga muslihat yang mengancam. Apa lagi anda adalah penerus tahta, selain jieun pasti ada beberapa menteri yang mengancam. Posisi anda adalah posisi yang diinginkan banyak orang, selain Luhan pun pasti banyak anak menteri yang mau mendudukinya" Sehun berucap dengan bijak, dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.





Yang dikatakan Sehun cukup masuk akal, bukan hanya jieun yang harus menjadi pusat. Masih banyak orang yang patut diwaspadai. Lagipula ia juga punya tugas lain, yaitu mencari orang yang loyal dan setia untuk menjadi bawahan nya.





"Siapa yang kau pikir dapat membantu kita? Kita masih kurang orang untuk bisa seutuhnya mengusai istana dan mengalahkan Luhan. Ratu adalah orang dari dinasti Qing. Dia pasti punya banyak antek antek dalam istana, tidak peduli siapapun itu namun kita patut waspada. Karena ratu jieun adalah orang yang licik dan picik" Chanyeol bertanya kepada Sehun. Laki-laki itu berdiri lalu mengambil sebuah pedang yang menancap di pohon, 'pedang milik Sehun'





"Banyak yang harus diwaspadai, namun kita harus tetap tenang dan bergerak perlahan. Dan aku pikir kita bisa meminta bantuan jaemin. Bocah itu pintar dan picik. Dia pandai mengatur strategi, terlebih lagi ayahnya pernah bekerja untuk dinasti Qing. Aku yakin dia akan menjadi sosok yang loyal untuk mu" balas Sehun. Dari kejauhan terdengar suara kuda yang tengah memacu kecepatan kearah mereka.



Dan orang itu adalah Baekhyun, perempuan itu datang dengan kuda putih milik Jeno. Yang anehnya adalah, ekspresi yang ditunjukkan oleh Baekhyun adalah ekspresi cemas dan ketakutan.

...............

"Oppa, aku senang kau akhirnya sadar" Renjun memuji dengan tulus, senyuman terpatri di bibirnya dan menandakan bahwa ia benar benar lega. Luhan membalasnya dengan sebuah pelukan hangat.



"Sejujurnya, kaulah yang membuat oppa menyadari bahwa selama ini yang telah kulakukan salah. Seharusnya aku tidak mengikuti perintah ibu dan gelap mata menginginkan kekuasaan Joseon di tangan ku. Mungkin saja kau berpikir aku hanya berpura pura, namun dari hatiku yang terdalam aku sudah benar benar menyadari kesalahan ku dan berjanji pada mu bahwa aku akan berubah. Aku bukan lagi lee luhan yang dulu" balas Luhan.



Sang adik tersenyum saat melihat senyuman hangat yang sudah lama tidak ia lihat kini terpatri di wajah Luhan yang tampan. Renjun mengganguk dan menunjuk ke arah Jeno yang kini tengah membawa nampan yang diatasnya terdapat tiga buah gelas berisi teh.



"Dia sangat menawan, aku menyayangkan kau hampir membunuhnya dulu oppa" Renjun berucap pelan. Luhan mengganguk, "aku sungguh bodoh sampai hampir membunuhnya hanya karena gelap mata. Padahal ia tidak salah apapun dan tidak ada hubungan nya dengan keluarga kerajaan Joseon" ucap Luhan.




"Yang mulia, silahkan dicoba teh yang kubuat. Maaf kalau rasanya tidak enak" Jeno meletakan dua buah gelas di hadapan kedua anak dari raja. "Aku yakin kau pasti membuatnya dengan sangat baik. Ah iya, apa kau tidak keberatan menjadi teman ku?" Renjun bertanya dengan antusias.



"Tentu saja tidak, yang mulia putri" senyuman Jeno membuat Luhan terpesona seketika. "Senyuman mu sangat indah" ucap Luhan tanpa sadar, ia lalu menepuk pipinya saat menyadari telah melatur.



"Terimakasih" balas nya. "Namun saya harus segera kembali, ayah saya akan mencari saya jika tidak segera menemuinya" Jeno beranjak dari duduknya. Luhan sebenarnya ingin menahan Jeno agar bersama mereka lebih lama lagi.




Namun ia merasa sungkan karena pernah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada gadis itu dahulu. "Jeno-ya,sekali lagi maafkan aku" serunya saat gadis itu telah berjalan menjauh.



Ia dapat melihat gadis itu tersenyum dan memberikan anggukan sebelum akhirnya berbalik dan berjalan pergi.



...........

Kai berjalan di sekitar paviliun nya sendirian, ia mencari Kyungsoo sendari tadi namun hasilnya nihil. Dia tidak bisa menemukan keberadaan dayang pribadinya itu.



"Dimana sih Kyung eonnie berada?" Serunya kesal. Ia menendang kerikil kerikil yang berada di jalan dengan kepala menunduk. Tiba-tiba Minhyung muncul dari samping dan langsung menarik lengan nya.




"Ada apa?" Tanya Kai kaget, ia lalu menjewer kuping saudaranya itu karena kesal. Lengan nya tadi dicengkeram dengan sangat kuat, apalagi Minhyung kan seorang lelaki.



"Kau mencari Kyungsoo bukan? Tadi aku melihatnya bersama dengan ratu di istana utama. Dia seperti nya ketakutan dan hanya bisa pasrah menerima perintah ratu. Namun aku tidak tau perintah apa yang dikeluarkan oleh jieun. Aku takut dia berniat mencelakai mu" Minhyung berucap serius.




"Kau tidak perlu khawatir padaku. Yang seharusnya kau khawatirkan adalah Jeno. Dia adalah tanggung jawab mu tau. Apa kau mau dia menjadi milik pria lain. Kau sudah cukup mengecewakan dirinya. Dia bahkan pernah hampir mati hanya untuk melindungi hubungan kalian" omel kai.



Minhyung tidak mengubah ekspresi nya, ia tetap menatap Kai lekat. "Aku mengkhawatirkan dirimu, karena kau adalah adik ku"



"Benar, namun aku punya Sehun untuk melindungi ku. Selama ada Sehun tidak ada yang akan berani menyentuh ku" balas Kai santai.


TBC

Happy new year semuanya
I'm back setelah hampir satu bulan
Semoga tahun ini will be better dari tahun yang lalu




The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang