Now you back, in my side

235 32 16
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"JISUNGG" Jisung meringis kesakitan saat telinganya ditarik hingga memerah oleh Jeno. Kakak nya itu sungguh sangat menyeramkan jika sedang marah. Tapi entah kenapa jisung sering kali sengaja membuat jeno marah agar bisa melihat wajah kakaknya yang terlihat lucu jika marah.







Namun masalah kali ini berbeda, entah kenapa kakaknya ini tiba-tiba marah tanpa sebab yang jelas. Jisung sangat tau dan mengenali sikap kakaknya yang kalem dan tenang itu. Kenapa tiba-tiba Jeno menjadi marah ketika jisung sudah duduk diatas kudanya dan bersiap untuk ke istana.








Tidak tanggung-tanggung, Jeno bahkan menyeretnya turun dari atas kuda dan membawanya masuk kembali ke dalam rumah. Jisung sebenarnya memiliki tenaga yang lebih besar dari pada Jeno, ia bahkan bisa saja menolak dan melawan, apalagi saat telinganya di tarik seperti ini. Namun masa ia yang seorang laki-laki beraninya melawan seorang perempuan? Kan ayahnya pernah mengajarkan nya untuk tidak berbuat kasar pada perempuan, apalagi kakaknya sendiri.







"Kenapa kau harus ke istana? Bukankah sudah kukatakan jauhi istana. Itu bukanlah tempat yang aman untuk mu, apapun urusan nya jangan pernah pergi kesana, mengerti?" Jeno mengulurkan jari kelingking nya pada sang adik. Namun jisung tidak membalasnya, ia malah menatap jeno curiga. Tidak biasanya jeno melarangnya pergi ke luar seperti ini.







"Kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku kan nunna. Apa aku sebegitu jauh nya dari mu sehingga sangat sulit untuk mu terbuka padaku? Ayolah, kau hanya perlu bercerita pada ku apa yang menggangu pikiran mu" Jisung merajuk, ia merengkuh tubuh kakaknya itu. Damn, dan ternyata benar.....






Jeno memutar bola matanya ke segala arah agar tidak bersitubruk dengan sepasang mata jernih Jisung. Ini tidak salah lagi, jisung yakin 100 persen bahwa jeno tidak ingin jujur dan terbuka padanya. Padahal mereka adalah kakak adik, namun kenapa Jeno sangat tertutup? Ia bahkan tidak akan bercerita jika tidak jisung paksa.







Terpaksa, akhirnya jisung harus mengeluarkan senjata andalan nya agar Jeno mau buka suara. "Jeno nunna, ayo lah berbagi dengan ku. Aku tidak pernah suka nunna merasa tertekan sendirian. Aku pasti akan melindungi mu nunna" Jisung berujar dengan puppy eyes nya.







Ia membawa Jeno kedalam pelukannya untuk saling berbagi afeksi, jisung hanya ingin Jeno tau bahwa ia tidak sendirian dan pasti akan menjaga kakaknya ini mati-matian dari para cecunguk sialan seperti Jaemin dan Minhyung yang tega-teganya menyakiti kakaknya. Kebahagiaan seorang jisung hanyalah ketika melihat kakaknya bahagia dan tetap aman, tidak kurang ataupun lebih sekalipun.







"Jisung-ah, aku sangat menyayangi mu. Kau adalah satu satunya saudaraku, nunna hanya punya kau dan ayah. Aku tidak ingin kau pergi meninggalkan ku dan ayah.." Jeno mendusal di dada Jisung.






The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang