Kau mendengus melihat ke arah cermin. Sudah cukup lelah ia hanya duduk didepan cermin selama 5 jam. Ia bahkan hanya duduk termenung tanpa melakukan apapun
"Huaaaaa,sampai kapan aku harus begini" teriak kai.
"Tuan putri,riasan anda akan berantakan jika anda terus bergerak seperti ini." Keluh Kyungsoo.
"Aku tidak ingin terus dirias seperti ini. Memang nya apa penting nya acara ini. Aku tidak peduli penampilan ku bagaimana" balas Kai .
"Acara ini sangat penting tuan putri. Ada raja kerajaan lain yang akan datang menghadiri nya. Sangat bahaya jika ini menjadi celah untuk anda. Anda harus tampil sangat cantik" Kyungsoo melanjutkan riasannya di wajah Kai.
"Namun yang mulia raja mengatakan bahwa ada pengumuman lain selain berita pernikahan anda. Sayangnya, saya tidak mengetahui apapun" ucap Kyungsoo pada Kai.
"Aigooooo,eonnie tampil sangat cantik. Aku iri pada kecantikan mu eonnie" goda Jeno yang menghampiri kai dengan pakaian khas dayang.
"Kau tidak ingin menganti pakaian mu? . Kau juga harus bersiap, kau tidak bisa hadir sebagai dayang Kai di acara itu. Ada ayah mu disana,kau harus tau" omel Minhyung.
"Baik,aku juga akan bersiap . Lagipula emangnya apa yang harus aku persiapkan, aku hanya harus berganti pakaian" balasnya sambil mengambil satu buah hanbok yang telah disiapkan oleh Minhyung.
Ia lalu berjalan keluar untuk menganti pakaian nya.
"Bisakah ini segera selesai eonnie?. Aku sudah lelah duduk seperti ini selama 5 jam." Ucapnya dengan eskpresi memelas seperti akan menangis.
"Aku sudah selesai. Ada yang bisa kubantu eonnie?"tanya Jeno menatap ke arah Kai.
"Aku hanya ingin menyelesaikan semua ini. Aku lelah walau hanya duduk seperti ini dan dirias" balas Kai.
"Kyung eonnie ,seperti nya kau harus pergi sekarang. Karena Baekhyun eonnie sudah menunggu mu disana untuk mempersiapkan acara. Sekarang kan sudah banyak tamu yang berdatangan" ucap Jeno memberitahu Kyungsoo membuat dayang itu terhenti sejenak.
Ia baru teringat janji nya membantu Baekhyun untuk mengurus aula istana. Ia dengan segera berlari karena takut sahabatnya itu akan marah jika ia tidak menepati janji yang telah ia buat.
"Heol, luar biasa. Aku sudah berkali kali berusaha membujuk Kyungsoo eonnie sepanjang siang. Namun kau dengan tiga kalimat berhasil membuat ku bebas" ucap Kai senang, ia langsung saja memeluk Jeno dan mengucapkan terimakasih .
"Apa kalian tidak ingin pergi sekarang ke aula istana?. Aku pikir ini sudah waktu yang tepat untuk kita kesana" ucap Minhyung mengalihkan atensi mereka berdua, mereka bahkan melupakan jika laki laki itu masih berada di sana menunggu mereka.
.............
Chanyeol berjalan ke arah ayahnya yang sedang berbincang dengan sang ibunda. Ia menyadari sesuatu yang aneh, seperti ibunya dalam keadaan yang tidak sehat. Namun kenapa ibunya masih menghadiri acara?.
"Chanyeol, kemarilah nak. Bergabunglah dengan kami" ucapnya sambil memberikan segelas anggur kepada Chanyeol.
Chanyeol tersenyum dan menerima segelas anggur yang diberikan oleh ayahnya.
Pesta hari ini sangat ramai karena ada raja dari kerajaan lain yang ikut hadir dalam acara kali ini.
"Aku harap beritanya adalah pembatalan pernikahan Sehun dengan Kai" ucapnya dengan pelan.
Ia melihat ke arah Kai yang kini sedang berjalan dengan riang bersama dengan Jeno.
"Tetapi kenapa tidak ada Kyungsoo?. Bukankah dia selalu bersama dengan Kyungsoo yang merupakan daya g pribadinya." Monolognya
" Selamat malam semuanya. Pada malam hari ini saya akan menyampaikan sesuatu" ucap sang raja membuat suara di aula tersebut langsung senyap, menarik atensi semua tamu undangan yang menatap ke arah sang raja, menunggu apa yang akan dikatakan oleh raja tersebut.
"Aku akan menggumumkan, mulai hari ini Kerajaan Joseon akan bekerja sama dengan Kerajaan Qing sebagai sekutu." Ucapnya dengan tegas.
"Dan Putri bungsu ku, Kim Kai akan kunikahkan dengan panglima Oh Sehun" lanjutnya.
Ia memanggil Oh Sehun dan juga Kai berjalan ke arahnya.
"Apa kalian bersedia?" Pertanyaan itu bukan lah pertanyaan, melainkan sebuah perintah mutlak yang mereka tidak dapat bantah dan menolak.
"Saya bersedia" jawab keduanya sambil membungkuk hormat ke arah raja.
"Dasar sialan. Dia memberikan putrinya sendiri ke tangan seorang pembunuh" Chanyeol menggeram, ia meremas kuat gelas yang kini dipegang nya.
Ia sudah cukup mabuk sekarang. Namun ia belum kehilangan kesadaran nya. Ia mengambil satu gelas lagi untuk meluapkan kekesalan nya pada sang ayah.
"Hyung, kenapa kau minum begitu banyak? Aku khawatir" ucap Minhyung begitu melihat kondisi Chanyeol yang kini sedang mabuk.
Chanyeol menepis tangan sang adik. Ia mendelik, menatap dengan tajam yang lebih muda.
"Kenapa kau khawatir dengan ku? Bahkan kau lebih peduli dengan Oh Sehun dibanding kakak mu sendiri. Kau tidak pernah percaya pada ku" balas Chanyeol sinis.
"Menjauhlah dariku. Disini banyak orang,bisa menjadi masalah jika kita bertengkar disini" lanjut Chanyeol sambil mengisi gelasnya lagi.
Minhyung sangat ingin menarik hyungnya pergi, namun ia tidak dapat berbuat semena mena disini. Bisa saja ada orang yang memanfaatkan pertengkaran mereka, jadi ia memilih untuk pergi menjauh dari sang kakak.
Tetapi Minhyung tidak tau, seorang yeoja kini menghampiri Chanyeol dengan menyembunyikan sebuah pisau lipat di saku bajunya.
"Yang mulia pangeran, anda terlihat mabuk. Saya akan membantu yang mulia kembali ke paviliun anda jika kini anda kelelahan" ucap yeoja tersebut.
Chanyeol menatap yeoja itu sayu lalu membalasnya, "Baekhyun-ah, bawa aku pergi dari sini" .
Ia menarik yeoja itu ke pelukannya, Baekhyun membelalak. Wajahnya memerah, ia tidak bisa menampik perasaan nya kepada sang putra mahkota tetapi dendamnya pada Joseon membuatnya menolak semua perasaan yang ia rasakan kepada sang pewaris tahta Joseon.
"Aku harus menghancurkan Joseon, seperti sumpah yang telah kami katakan" ucapnya pelan .
Ia lalu memapah Chanyeol keluar dari aula, di sebuah teras dibelakang aula.
"Pemandangan bulan sangat indah" kekehnya lalu ia menatap Chanyeol yang kini tengah mabuk, ia bahkan sudah kehilangan kesadarannya.
"Namun dengan dibawah sinar bulan inilah kau akan mengakhiri hidup mu, Kim Chanyeol." Baekhyun menunjukan smirk nya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past Is My Destiny
FantasyKai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
