The moon and the star

501 72 26
                                        


"Minhyung oppa" seru Jeno, ia berjalan pelan menghampiri Minhyung.


"Ada apa?. Kau baik baik saja bukan?" Tanya Minhyung. Ia menempelkan tangan nya di pipi pucat yeoja tersebut.


"Kau tidak merias wajah mu sama sekali ya?" Tanya Minhyung yang dibalas dengusan oleh Jeno.


"Kau tidak menyukai penampilan ku yang apa adanya." Jeno mendelik tajam menatap ke arah Minhyung.


Minhyung mengusak surai Jeno dengan lembut, "aku menyukai mu apa adanya" ujarnya sambil tersenyum tipis.

"Apa kau tidak merasa ada yang aneh?"tanya Minhyung. Ia merasa ada sesuatu yang janggal namun ia tidak tau kenapa.

Hatinya juga merasa gelisah, "aku tidak melihat putra mahkota" balas Jeno, ia mengadah ke sekeliling mencari keberadaan sang putra mahkota, namun nihil

"Sepertinya kita harus pergi ke suatu tempat. Aku tidak suka berada disini" lanjut Jeno


"Ikut aku keluar, aku akan menunjukan sesuatu" Mark menggengam tangan Jeno dan membawanya menuju aula istana bagian belakang yang gelap, hanya diterangi oleh sinar bulan yang indah.


Entah kenapa, tetapi hati nya seperti mengatakan bahwa ia harus pergi kesana sekarang juga.

"Tunggu,oppa" ucap Jeno pelan sambil menarik tangan Minhyung, ia lalu membekap mulut Minhyung saat ia merasa laki-laki itu akan protes.


Ia menunjuk ke arah siluet seorang perempuan yang memegang sebuah pisau dan akan menusuk korbannya.


Mark berteriak kalut saat menyadari kakaknya yang akan ditusuk.


"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?" Teriakan Minhyung membuat Baekhyun kalut, ia menyembunyikan pisaunya lalu berlari menjauh dari Chanyeol.


"Aku akan mati jika mereka mendapatkan aku" gumam nya

Minhyung berlari ke arah sang kakak, beruntung tidak ada satu luka pun disana.


"Hyung, bangun lah" ucapnya sambil mengoyang goyang kan tubuh Chanyeol. Ia mengecek apakah kakaknya masih bernafas atau tidak.

"Huh, syukur lah dia masih hidup"

" Kita harus membawanya keluar dari sini. Tapi tanpa menarik atensi dari para tamu" Jeno menghampiri Minhyung yang kini sedang kalut dan cemas.


Hyung nya kini sedang tidak dalam keadaan yang baik. Ia merasa bersalah selalu tidak percaya akan perkataan hyungnya.

"Baekhyun-ah, kau sangat cantik" racau Chanyeol membuat Jeno maupun Minhyung kaget mendengar nya.

"Apa mungkin?"


"Ayo kita pergi sekarang" ajak Minhyung,ia memapah Chanyeol lalu menggengam tangan Jeno untuk pergi menuju kediaman putra mahkota.

.......


"Kau harus tau, aku tidak akan jatuh cinta kepada mu. Jangan berharap aku akan memberikan mu cinta seperti suami istri umumnya" ucap Sehun sambil menatap kai yang duduk disebelah nya

"Kau berbicara kepadaku?"tanya Kai, ia tersadar dari lamunannya, lalu menatap ke arah Sehun dengan polosnya.


"Kau pikir dengan siapa lagi aku berbicara ,selain dengan mu?" Tanya nya dongkol.

"Maaf, tapi aku juga tidak mengharapkan cinta dari mu. Aku bahkan tidak ingin menikah dengan mu" balas Kai sewot, kenapa laki-laki ini selalu saja membuatnya kesal.

The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang