Luhan meringis, sekujur tubuhnya bahkan masih berasa sangat sakit. Ia harus cepat sembuh karena ini adalah waktunya beraksi. Chanyeol belum kembali dan tentu saja kini musuh abadinya tidak akan lagi bisa meledek nya apabila ia berhasil mendapatkan dukungan dari pihak dalam Istana, walaupun posisi nya berat karena telah mengecewakan raja, namun ia tidak akan menyerah begitu saja.
Ia harus bisa mendapatkan kembali hati raja kepadanya, Agar kemungkinan nya yang diangkat menjadi raja bisa lebih besar dibandingkan Chanyeol, adik tirinya.
Lagipula secara sah, ia adalah anak tertua dari raja Soohyun. Kenapa malah Chanyeol yang menjadi seorang putra mahkota? Lagipula sekarang yang menjadi ratu adalah ibunya, dan mendiang ratu terdahulu yaitu Ratu Yeji telah tiada.
Luhan terduduk dan menatap ke arah langit langit kamarnya sambil tersenyum licik saat sebuah rencana terbesit di pikiran nya.
"Apa lagi yang akan kau lakukan? Racun itu sepertinya tidak terlalu bereaksi di tubuhmu" renjun menghampiri kakak kandungnya itu dan menendang kakinya sehingga Luhan meringis kesakitan.
Adiknya yang satu ini memang tidak pernah menghormatinya dan ibunya. Renjun bisa dikatakan adalah satu satunya yang paling waras di keluarga Lee. Dia bukan sosok yang gila kekuasaan dan kekayaan. Dan karena itulah ia selalu berusaha untuk menyadarkan kakak dan juga ibu nya bahwa apa yang telah mereka lakukan selama ini adalah salah.
"Kau harus minum obat supaya cepat sembuh. Aku tidak suka melihat mu hanya terbaring di kasur, Gege" Ucap Renjun dengan suara yang pelan, ia mengambil sebuah gelas dari nampan yang dibawanya tadi.
Setelah itu ia memberikan gelas obat itu kepada Luhan, ia menyodorkan gelas itu tepat di hadapan Luhan. Namun kakak bodohnya ini malah menatapnya dengan tatapan polos seperti anjing yang minta dibuang. Mana tatapan picik, dan juga ambisius dari seorang Lee Luhan sekarang?.
"Kenapa kau peduli pada mu renjun?" Tanya Luhan sambil mengambil gelas yang disodorkan oleh adiknya itu
Renjun menatap Luhan dengan aneh, heol mereka ini kan kakak beradik apa salahnya ia peduli dengan kakak kandungnya sendiri sih? Mereka kan berbagi rahim yang sama dan juga lahir dari gen yang sama.
"Kau kakak ku, apa itu aneh? Aku selalu berharap kau dan juga mama sadar bahwa apa yang telah kalian lakukan salah. Aku tidak pernah meminta banyak Gege, aku menikmati hidup ku yang berkecukupan. Tidak perlu menjadi seorang putri pun aku sudah merasa senang" balas renjun sambil memeluk kakaknya.
Jika boleh jujur, renjun pun rindu dengan pelukan dan afeksi yang diberikan Luhan padanya seperti yang biasanya mereka lakukan pada saat masih kecil. Semuanya mulai berubah sejak Luhan beranjak remaja dan ibunya melatih laki-laki itu agar menjadi sosok yang diinginkan nya, yaitu sebagai penerus kerajaan Joseon.
"Aku merindukan Luhan gege ku yang dulu. Berhenti lah bersikap egois dan ambisius, maka hidup mu akan terasa lebih indah ge" renjun meletakan kepalanya di bahu sang kakak dan menangis.
Luhan pun terkejut merasakan pakaian nya basah, adiknya yang selalu terlihat kuat itu menangis. Renjun yang selalu melawan dan berani untuk menentang sang ibu kini menangis di bahunya dan membuat Luhan merasa bersalah.
Luhan merasa gagal menjadi sosok kakak yang baik bagi Renjun. Ia telah mengecewakan adiknya itu.
...........
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past Is My Destiny
FantasíaKai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
