Mission begin

135 19 15
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.





Istana terlihat sunyi pada malam itu, tetapi bangunan aula utama istana yang kokoh berdiri selama ratusan abad itu terdapat beberapa orang yang tengah melancarkan misi mereka menyelamatkan keluarga kerajaan.





"Meihua, Jaemin kita harus pergi malam ini juga. Tidak ada banyak waktu, meskipun mereka tampak tak berbahaya tapi tidak ada yang tau rencana picik apa yang akan mereka lakukan kedepan nya. Mereka pasti berniat menduduki tahta ratu" Jeno mengigit bibirnya gusar, dia bukan nya tidak tau bagaimana akhir dari kisah ini......





Sebuah skenario kehidupan yang ditulisnya bersama Angelic Mark beratus-ratus tahun lalu.





Tidak ada yang sempurna di dunia ini, sama seperti rajutan kisah yang dibuat keduanya, dua malaikat bodoh yang terikat cinta terlarang yang pastinya tidak boleh ada.





Tapi cinta itu sebuah anugrah dari Tuhan, dan jeno yakin jika dulu perasaan yang tumbuh mekar diantara nya dan Mark juga sebuah anugerah. Takdir lah yang menuntun nya hingga dapat masuk ke skenario yang ia buat sendiri.





"Yang mulia, joohyun hanyalah seorang pelayan biasa tetapi dahulu dia punya koneksi dengan keluarga Oh. Bae Joohyun bekerja sebagai pelayan sekaligus kekasih dari Panglima perang Oh Sehun" Meihua memberitahu.





"Itu berarti Bae Joohyun adalah orang dalam, kita tidak boleh menggangap nya remeh. Dia bisa jadi lebih berbahaya dibanding siapapun"  Jaemin melanjutkan,.





"Dia pasti punya dendam tersendiri, memainkan peran sebagai ratu yang hanya akan keluar saat keadaan sudah terjepit. Sebaliknya, ia akan seberusaha mungkin mengerahkan pion nya agar tidak mati" Jeno mengulas senyum picik, membuat pasangan suami istri didepan nya terkekeh pelan.





"Anda pasti punya rencana bagus untuk ini, kita akan memastikan mereka mati perlahan lahan agar terasa begitu pedih, tidak perlu menyentuh tombak terbesar, berjalan perlahan namun pasti maka kita akan menang telak" Meihua terkekeh, menyusun rencana besar didalam pikiran nya.





"Ayo berangkat, kita harus mencari tempat persembunyian. Yang terpenting, jangan terlalu mencolok dan mencuri perhatian orang. Kita harus bersembunyi hingga akhir, tidak ada siapapun yang boleh melihat kita" Jaemin menarik tangan kedua wanita didekatnya, lalu mengendap-endap di pekarangan istana yang gelap gulita.





Sebelum ketiganya benar-benar pergi dari balik tembok istana, sang ratu Joseon terus saja merapalkan doa-doanya. Walaupun kehidupan ini adalah skenario kehidupan yang dahulu ditulisnya, namun jika Tuhan punya kehendak lain, dan memilih untuk merevisi kisah, ia punya kehendak apa?





"Tuhan, kumohon biarkan hidupku berakhir dengan baik kali ini. Kalaupun aku harus mati meregang nyawa, tolong selamatkan Minhyung. Aku rela menukarkan hidupku dengan nya jika memang perlu" 





The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang