Kai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Ditengah sepinya hiruk pikuk istana, Joohyun melangkah cepat kearah istal kuda dan mengemudikan kuda berwarna coklat yang membawanya ke kediaman penasehat kerajaan.
Dengan kedok sebagai pelayan istana, wanita itu membawa satu kotak obat-obatan sebagai albi sedangkan bagian pinggangnya terdapat sebuah pisau kecil yang terikat pada hanbok dayangnya.
Saat sampai di gerbang istana, kedua prajurit yang berjaga disana menyilangkan pedang mereka, menghalangi jalan nya untuk keluar. "Raja memerintahkan semua orang untuk tetap berada di istana, tidak ada siapapun yang boleh keluar hingga pasukan istana sampai dengan kabar selesainya perang"
Joohyun menyeringai datar tanpa takut, ia lalu mengeluarkan sebuah surat perintah palsu dengan cap milik raja yang ia dapat dari Herin. "Raja memerintahkan saya untuk menjaga Putri Kai di kediaman penasihat."
Kedua prajurit itu saling bertukar tatap sebelum menurunkan pedang dikedua tangan mereka, melihat bagaimana rencana nya berjalan dengan mulus, Joohyun tertawa lepas sambil memacu kudanya cepat.
"Jika putra Kai meninggal, dan Jeno tidak bisa menghasilkan keturunan, Joseon akan hancur. Sehun tidak boleh bahagia setelah meninggalkan ku sendirian, begitupun dengan Minhyung" Matanya memancarkan dendam di iris matanya, ia segera menghentikan kuda begitu sampai di depan kediaman keluarga kim.
Ia mengetuk pintu berkali-kali sebelum jisung membuka pintu dengan pandangan bertanya-tanya, "maaf nyonya, kami tidak menerima pelayan. Sudah cukup banyak tabib yang mengobati yang mulia putri dan pangeran didalam"
Joohyun membungkukkan badan nya dalam sebelum menjelaskan bahwa ia adalah pelayan tambahan yang diminta oleh Minhyung sebelumnya, hanya untuk berjaga-jaga bila keadaan Kai semakin menurun. Ia menunjuk satu kotak obat yang dibawa olehnya.
Meskipun masih tidak percaya dengan ucapan wanita didepan nya, Jisung mempersilakan nya masuk ke kamar dimana Kai berbaring. Ia tetap mewaspadai wanita misterius yang dirasanya mencurigakan,
Wanita itu—Joohyun menimang putra Kai dan Sehun ketika bayi itu mulai menangis, merasa terusik. Perlahan lahan sang pangeran kecil kembali tertidur dalam gendongan Joohyun, ia lagi-lagi tersenyum kecil sebelum meletakan bayi itu disebelah Kai.
"Kamu ternyata panjang umur ya, masih hidup setelah melahirkan bayi setampan ini. Apa reaksi Sehun jika sekembalinya ia dari medan perang, malah mendapat berita kepergian sang istri?" Ujarnya lirih sembari terkekeh, jemari lentiknya membelai wajah kai yang pucat.
Dengan jarak yang lumayan jauh dari balik pintu, Jisung tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Joohyun. Tapi begitu sebuah pisau dikeluarkan oleh sang pelayan dari balik hanbok, kecurigaan nya yang sedari awal ada mulai terbukti benar.