This about destiny

164 26 20
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.


"Mark, if according to history this war has ever happened. And do you know the end of this story?" Jisung bertanya dengan suara nya yang menenangkan.






"Didn't this war end in victory for Joseon? Eventually, the Qing Empire became part of the Great Joseon Kingdom right?" Minhyung balas bertanya, ia menyampingkan duduknya dan menatap ke arah Jisung.






"You don't know how history happened? The end of this story is all about Joseon's victory, but honestly there is an inevitable separation here." Jisung bercerita, kini dengan suaranya yang pelan, seperti menceritakan sebuah kisah dengan perpisahan yang tragis dan menyedihkan.






Cerita mengenai sebuah perpisahan yang akan segera terjadi dan tidak dapat dielakkan. Karena adanya takdir itu bukan untuk ditentang, tetapi untuk diterima






Takdir yang memiliki akhir kisah yang buruk memanglah menjadi sebuah kisah yang akan selalu terkenang dan membuat hati seakan teriris pisau yang tak kasat mata.






Namun inilah kenyataan, dan mereka tentunya tidak dapat mengubah jalan nya takdir.






Memangnya siapa mereka? Sehingga bisa seenaknya mengubah masa lalu sesuai dengan apa yang mereka inginkan? Jalan nya takdir tidak akan bisa diganggu gugat sesuka hati, karena takdir berjalan dengan alur Nya.






Yah, disinilah Kai sekarang. Masih berada di tempat yang sama selama hampir dua puluh menit berselang, dengan bersembunyi di belakang pohon besar yang dari tadi menjadi tempat persembunyian teraman nya.






"Memangnya apa yang akan terjadi setelah perperangan ini berakhir sih? Mereka seperti membicarakan tentang perpisahan. Apa sesuatu yang sedih akan terjadi?" Kai berucap lirih, otak nya mulai berpikiran negatif akan segala kemungkinan buruk yang akan menimpa seseorang, atau beberapa orang?.






Ngomong ngomong tentang sejarah, kenapa kedua orang yang sedang diintip nya ini tampak sangat aneh? Mereka seperti mengetahui masa depan dan seakan akan waktu ini adalah waktu lampau yang telah menjadi sejarah.






Sebuah pertanyaan langsung saja muncul di benak kai dan membuatnya terhenyak seketika,






"Apa mereka berdua juga berasal dari masa depan? Bagaimana mereka berdua bisa terjebak disini juga? Apa dikarenakan takdir juga ya?" Gumam kai.






"Tell me quickly Park Jisung, what happened after the war ended?" Minhyung seperti memaksa Jisung untuk membuka suara, ia bahkan mencengram jisung dan menatap penuh tanya ke arah laki-laki yang lebih muda.






Jisung menoleh ke arah Minhyung, dan tersenyum tipis. "You will be a great king someday, and you will have Jeno in your side as the one and only queen"







The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang