"YANG MULIA RATU TELAH TIADA" Baekhyun berteriak kencang lalu menangis tersedu sendu.
Teriakan nya yang kencang menarik atensi dari banyak dayang dan juga beberapa kesatria yang sedang berjaga di luar.
Dua orang dayang menghampirinya dan segera mengecek keadaan sang ratu.
"Apa yang terjadi?"tanya salah satu dayang tersebut. Ia menatap Baekhyun dengan curiga.
"Kenapa kau berada di sini?. Setauku kau adalah dayang pribadi yang mulia putra mahkota. Jangan-jangan kau yang membunuh yang mulia ratu" ucap dayang tersebut,ia memanggil para prajurit kerajaan untuk menangkap Baekhyun.
"Aku tidak bersalah, aku tidak membunuh yang mulia ratu." Isak baekhyun, ia dengan setia memeluk tubuh kaku sang ratu.
Tetapi dua prajurit kerajaan tersebut tidak mendengar seruan Baekhyun, melainkan terus menarik Baekhyun menuju penjara.
________
"Apa kau mendengar kabar itu?. Seorang dayang pangeran membunuh yang mulia ratu"
"Benar, sekarang ratu telah tiada. Apakah yang mulia raja akan menyerahkan tahtanya kepada pangeran Chanyeol?. Tapi dayang pangeran lah yang membunuh ratu"
Bisik bisik para dayang sampai terdengar di telinga Minhyung dan juga kai.
"Baekhyun membunuh ratu?" Gumam Kyungsoo. Ia kini menggengam erat botol racun di sakunya yang seharusnya ia berikan kepada ratu .
"Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Minhyung kepada dua dayang yang bahkan tidak sadar dengan keberadaan mereka.
"Mohon maaf yang mulia. Kami hanya mendengar berita yang didapat dari para dayang yang bekerja di istana ratu. Mereka berkata saat itu Baekhyun lah yang berada di sisi ratu pada saat beliau tiada. Kami tidak tau pasti mengenai masalah ini" balas salah satu dayang tersebut dengan ketakutan.
"Aku rasa kalian tidak bisa membuat kesimpulan seperti itu. Baekhyun Nunna berada di sisi yang mulia saat beliau meninggal mungkin saja karena pada saat itu dayang yang berada di sana hanya baekhyun Nunna. Dia yang berada di sisi ratu pada saat itu bukan berarti ia yang membunuh nya. Mungkin saja memang ratu meninggal karena penyakit yang dideritanya" balas jisung bijak.
Minhyung menatap Jisung sampai melongo, bagaimana seorang anak kecil berusia 14 tahun bisa memiliki pandangan seluas itu.
"Jisung sangat pintar, apa yang dikatakan nya sangat lah benar. Bagaimana kalian bisa kalah oleh seorang anak berusia empat belas tahun?. Seharusnya kalian mendengarkan apa yang dikatakan oleh Baekhyun eonnie terlebih dahulu sebelum menyalahkan nya." Balas Kai.
Ia menatap Minhyung sedih. Walaupun dia tidak begitu lama menghabiskan waktunya bersama ratu. Namun ratu adalah sosok ibu yang sangat baik untuknya, bahkan ia membantunya untuk mencegah pernikahan nya dengan Sehun walaupun tidak berhasil.
Kai memeluk Minhyung sedih, bahkan ia sampai meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka bahwa ia juga akan kehilangan sosok seorang ibu yang menyayangi nya.
Minhyung mengeratkan pelukannya pada sang adik. "Jangan menangis, ayo kita pergi menemui ayahanda" ia menenangkan kai yang terisak pelan, ia menangis karena ia harus kehilangan sosok ibu untuk kedua kalinya, dan juga ia ikut merasakan apa yang kini minhyung tengah rasakan.
Minhyung mungkin berucap tegar, dia bahkan masih sempat sempat nya menenangkan Kai. Namun jauh didalam lubuk hatinya, ia merasa sangat kehilangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past Is My Destiny
FantasyKai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
