Kai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ya.....aku mau" Jeno membalas dengan sorot matanya yang berkaca kaca, sepersekian detik kemudian pinggang gadis itu direngkuh oleh Minhyung, sehingga kini mereka saling berpelukan.
"Terimakasih, karena telah mau menerima ku kembali.......kali ini aku tidak akan berjanji, karena aku takut melukai mu lagi. Sebaliknya, aku akan berusaha membahagiakan mu Jeno-ya. Aku sungguh mencintaimu, dan aku tidak ingin lagi kehilangan mu untuk yang kedua kalinya" Minhyung berucap sambil terisak.
Secara sekelibat, bayangan masa lalu itu muncul, peristiwanya dimana Jeno meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya itu sukses menghancurkan hatinya, dan membuat nya menangis.
Dalam hati ia berjanji, bahwa ia tidak akan menyia-nyiakan waktu yang diputar olehnya. Masa lalu yang akan segera berubah, menjadi sebuah akhir yang bahagia. Karena Minhyung percaya, ia bisa sampai di tempat ini pun dikarenakan takdir yang menuntun dirinya.
Kini.........
Dia bukan lagi Mark Lee yang tidak bisa melindungi mutiara berharganya.....
Sekarang ia adalah Minhyung, seorang pangeran dari Kerajaan Joseon. Sudah seharusnya ia berubah menjadi yang lebih baik, lebih dari apa yang telah Mark Lee lakukan di masa depan.
"I promise will make her happy, because i'm no longer Mark Lee"
........
"Aku sudah lama sekali tidak pergi ke kota, woah aku sungguh senang sekali Sehun-ah, aku masih tidak dapat menyembunyikan kekaguman ku dari tadi" Mata kai berbinar binar sejak awal ia melihat kota Hanyang, ibukota Joseon. Bahkan dari tadi Sehun kewalahan mengikuti tarikan kai yang malah membawanya berputar putar kota Hanyang.
"Aku sungguh bahagia, bahkan hanya dengan melihat pancaran senang yang begitu tampak di mata mu" sahut Sehun sambil tersenyum, ia tidak memungkiri bahwa dirinya sendiri pun sudah senang begitu melihat raut wajah Kai yang terlihat antusias sendari awal ia membawa sang putri keluar dari balik tembok istana.
Sehun juga tidak melepaskan tautan tangan mereka sejak tadi, karena Sehun khawatir jika nanti kai menghilang dari pandangan nya. Ia bukan nya protektif pada sang istri, tetapi karena kini kai tengah mengandung, tentu saja ia harus was-was agar Kai tidak berbuat hal yang ceroboh, walaupun sendari keduanya hanya untuk berjalan jalan di pusat kota.
"Kai, apa kau ingin membeli beberapa cinderamata? Coba lihatlah, siapa tau kau tertarik. Aku akan membelikan nya untuk mu jika kau mau" Sehun mengiring istrinya itu ke salah satu toko yang menjual cinderamata, yang seperti nya dibawa dari luar Joseon.