Bright Sight

343 55 14
                                        


Luhan mengerang ketika ia diikat kuat oleh Jaemin. Ia ditarik seperti karung beras oleh kuda milik Jaemin.


"Lepaskan aku, sialan. Aku belum mau mati sekarang" Luhan terus terusan saja meronta dalam ikatan nya.


Jaemin tertawa melihat Luhan yang terus menerus memberontak. Jika Luhan ditinggal begitu saja, sebenarnya ia sangat rela. Karena racun itu akan bekerja dengan cepat dan bisa menyebabkan pria itu mati begitu saja di hutan.



Namun ia ingin bisa melihat pria ambisius didepan nya ini diadili dihadapan raja. Jaemin ingin sekali membongkar semua kebusukan dari Keluarga Lee. Namun ia tidak bodoh membiarkan ayahnya menjadi tawanan negri Qing bila semua kebusukan itu terungkap.


Sementara itu, Minhyung mengendong Jeno keatas kudanya. Ia menatap Luhan sekilas dengan tatapan datar dan juga kesal. Keduanya saling bertatapan, sebelum akhirnya Minhyung mengalihkan pandangannya ke arah Jaemin.


"Kita harus segera kembali, jaem. Raja pasti akan sangat marah mengetahui ini semua" ucap Minhyung, ia menyeringai kepada Luhan lalu bersiap naik ke atas kudanya.

"Akhirnya satu kuman sudah lumpuh dan akan mati"

"Aku akan sangat senang melihat bagaimana raja menghukumnya. Namun karena ratu baru saja naik tahta, entah kenapa aku rasa, raja akan menutupi kasus ini agar tidak tercium pada Mentri maupun warga" ucap Jaemin ketika mereka berada di perjalanan. Mereka saling bercanda satu sama lain, dan mereka berada di satu kubu yang sama dalam hal ini


"Pangeran Minhyung, aku minta maaf. Jika saja aku tidak dijodohkan dengan Jeno, maka semua ini tidak akan terjadi. Gadis itu begitu keras kepala sehingga tidak menyadari di dunia ini banyak sekali orang yang jahat. Dia bahkan melakukan nya agar bisa bersama dengan dirimu. Aku sungguh minta maaf" ucap Jaemin dengan sungguh-sungguh. Entah kenapa ia merasa semua yang terjadi hari ini karena kesalahan nya.




"Itu bukan salah mu, itu semua karena diriku. Luhan sebenarnya menjadikan Jeno sebagai umpan, karena dia ingin menjatuhkan aku. Dia tau aku mencintai Jeno. Jadi dia berusaha untuk melukainya. Aku harusnya bisa menjaganya, bahkan tidak membiarkan nya lepas dari sisiku." Balas Minhyung sambil menatap ke wajah cantik yang kini tengah terlelap di pelukannya.



Dan pada hari itu, mereka menyadari bukan selamanya permusuhan harus terjadi. Namun beberapa hal bisa menjadikan musuh sebagai kawan





.........

"

Sehun, aku sangat khawatir. Bisakah kita ikut mencari mereka?" Tanya Kai kepada Sehun. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya lelah, entah berapa kali sudah ia menenangkan perempuan itu tetapi tetap saja tidak berhasil.



"Mereka akan baik baik saja. Lagipula Minhyung dan Jaemin pasti bisa membawa kembali Jeno. Mereka cukup hebat diusia mereka yang semuda itu. Aku yakin seratus persen mereka akan kembali dengan selamat" balas Sehun. Ia memeluk Kai dan menepuk punggung nya pelan untuk menenangkan nya.



"Aku yakin Luhan lah dalang dari semua ini. Karena gerak geriknya cukup mencurigakan sejak awal pesta. Raja mungkin tidak mengetahui tentang hilangnya Jeno, namun akan kupastikan dia akan segera mengetahui nya dan memberikan hukuman yang setimpal pada pelaku nya" Sehun berucap pelan kepada Kai, namun ia masih bisa mendengar dengan jelas semua kata-kata Sehun


"Aku pun merasa kedatangan nya kesini membuat kerajaan semakin suram. Dia akan merebut tahta Chanyeol oppa" balas Kai dengan kesal, ia mempoutkan bibirnya lucu.


The Past Is My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang