"Luhan sangat bodoh, kenapa dia bisa melakukan hal ini? Dia merusak citraku yang bahkan baru saja menjadi ratu" geram Jieun dengan marah. Wajahnya bahkan memerah karena kesal, kini Luhan tidak bisa sama sekali melanjutkan tahta atau pun merebut tahta Joseon. Karena itulah hukuman yang diterimanya dari raja.
Ia tidak punya pilihan sama sekali, putra nya hanya memiliki kemungkinan kecil untuk mendapatkan tahta maka ia membutuhkan Renjun, namun tentu saja gadis itu tidak bisa ia andalkan sama sekali, karena Renjun tidak pernah berada di kubu yang sama dengan dirinya.
"Aku tidak bisa membiarkan putraku lengser dari calon penerus tahta. Namun aku harus mencari orang yang akan berada di pihak ku. Secara, jika raja masih hidup maka Luhan pasti tidak akan bisa mendapatkan tahta. Tetapi jika raja meninggal maka nantinya......"
"Apa yang ibu rencanakan sebenarnya? Tidak cukup kah setelah Luhan terluka parah seperti ini? Ibu selalu saja egois, merelakan segala cara agar keinginan mu terpenuhi" Renjun memotong perkataan ibunya
"Aku memang egois, dan keinginan lu selanjutnya adalah menguasai Joseon. Dan aku akan membuat para musuh-musuh ku takluk. Tidak akan kubiarkan semua yang menentang ku hidup" balas Jieun
"Termasuk kau, putriku" lanjutnya. Ia mendorong tubuh Renjun pelan, sehingga gadis itu hampir terjatuh.
---------
"Sehun, kita tidak punya banyak waktu. Banyak wilayah Joseon yang membutuhkan kita" Hangeng memberitahu Sehun dengan pandangan cemas karena sendari tadi laki-laki itu hanya diam dengan pandangan yang kosong.
"Ada apa dengan nya?" Tanya Jaehyun kebingungan. Namun akhirnya ia bergabung bersama dengan Chanyeol membantu para warga yang kini tengah kelimpungan karena terkena bencana badai topan.
"Aku merindukan tawanya, dan juga senyum nya. Bagaimana aku bisa melewati hari-hari ku tanpa nya?" Gumam Sehun.
"Apa kau kesambet sesuatu, sehun-ah?" Tanya Hangeng sambil menyentil kening laki-laki yang sudah ia anggap sebagai anak nya itu.
"Ah, tidak. Aku hanya bosan karena tidak bisa melakukan apapun disini" balas Sehun dengan suaranya yang datar.
"Kita punya banyak pekerjaan disini, kita butuh bantuan mu. Hanya kau saja yang sejak tadi hanya duduk dan berkhayal sambil tersenyum senyum sendiri" balas Hangeng dongkol.
"Maaf" ucap Sehun dengan kikuk, ia menampakan senyum nya kepada Hangeng dan membuat laki-laki paruh baya itu mau tidak mau pun membalas senyuman dari panglima muda itu.
Ia ingin Sehun bisa tersenyum seperti ini, dan Hangeng juga tidak bodoh untuk mengetahui alasan dibalik sifat uring-uringan Sehun sejak meninggalkan istana.
Ia bersyukur Kai telah berhasil membuat Sehun jatuh cinta kepada gadis itu dan melelehkan es yang ada di hati Sehun. Karena sehun kini telah kembali seperti dahulu,disaat ayahnya masih hidup, ketika cerita kelam itu belum dimulai
Jika saja ayahnya tidak meninggal di hari itu, Sehun tidak mungkin menjadi pria tangguh seperti sekarang. Dahulu, Sehun sangat dekat dengan Chanyeol dan keduanya belajar bersama. Sehun jarang berlatih dengan pedang, dan ia mungkin saja tidak harus berurusan dengan darah, dan nyawa manusia jika ayahnya masih hidup sekarang
Sehun berubah sejak Yeonseok pergi, pria muda yang dahulu selalu menampakan senyum secerah mentari pagi, yang selalu ada dengan Chanyeol disaat apapun itu, dan semuanya berubah. Tidak lagi sama seperti dahulu, laki-laki periang itu menjadi pria dewasa yang tertutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past Is My Destiny
FantasíaKai-ra Tanaka merupakan seorang perempuan keturunan Korea Jepang yang pindah ke Korea akibat perpisahan dari kedua orang tua nya. Saat ia pergi ke rooftop sekolah ,secara tidak sadar ia terjatuh dari lantai 5 sekolah nya dan terbangun sebagai Kim Ka...
