Bagian Keempat Puluh Tiga

553 78 52
                                        

Suasana begitu terasa berbeda di dalam ruang rawat Namjoon ini. Taehyung sendiri hanya bisa diam, membiarkan Namjoon menjelaskan semuanya kepada Yunho yang tidak pernah melepaskan pandangannya pada Taehyung.

"Semuanya bermula ketika Luna ahjumma menyuruh musuh saya untuk menjebak saya dan Yena. Yena adalah kekasih teman saya, Jin, yang sekarang sedang berada di luar negeri untuk mendapatkan perawatan. Jin juga yang menjadi korban dalam penusukan hari itu."

Yunho tidak bersuara, dia membiarkan Namjoon terus berbicara tanpa menyela.

"Yang melakukan penusukan itu bukan Taehyung, melainkan saya. Saya yang bersalah atas kejadian hari itu."

Deg!

Yunho membelalakan matanya. Total terkejut dengan apa yang dia dengar.

"Saya mengancam Taehyung dan merekayasa seolah Taehyung yang sudah melakukan penusukan itu. Saya membiarkan Taehyung menanggung hukuman yang seharusnya untuk saya."

"Kau----!"

"Ya, saya tahu paman akan marah. Saya mengerti tapi izinkan saya menjelaskan semuanya sampai akhir. Setelah itu, paman bebas mau memukul saya sepuasnya nanti."

Taehyung menatap Yunho lantas menganggukkan kepalanya. Dia mengkode Yunho untuk tetap tenang dan mendengarkan Namjoon sampai akhir.

"Saya menyadari kesalahan saya. Saya tahu apa yang saya lakukan adalah kesalahan yang fatal dan tidak pantas untuk dimaafkan. Saya sudah menghancurkan kehidupan anak anda, teman saya. Tapi saat saya tahu bahwa Taehyung adalah anak dari Luna ahjumma, saya semakin gencar untuk membalas dendam saya atas apa yang sudah Luna ahjumma perbuat terhadap saya dan keluarga saya."

"Tapi bukan berarti harus membiarkan anak saya masuk penjara bukan? Kau bisa saja membalas dendam langsung kepada Luna, kenapa harus kepada anak saya?!"

Taehyung terpaku mendengar ucapan Yunho. Secara tidak langsung Yunho sudah mengakui jika dia adalah anaknya.

"Ya, saya tahu. Tapi balas dendam tidak memandang satu objek paman, tapi semuanya. Mengingat bagaimana hancurnya keluarga saya semenjak kehadiran Luna ahjumma, mental eomma hancur, saya dijebak dan dituduh menghamili kekasih teman saya sendiri, dimusuhi oleh teman terdekat saya, bagaimana saya tidak hancur ? Bagaimana saya bisa tenang dengan semua itu?"

Namjoon menatap Yunho dengan mata yang berkaca-kaca.

"Saya juga menyesali apa yang sudah saya perbuat. Saya amat sangat menyesal sudah membuat banyak hidup orang hancur hanya karena saya. Saya menyesal, paman, tapi saya juga hancur dengan apa yang dilakukan oleh Luna ahjumma."

"Sunbae," lirih Taehyung.

"Hari dimana saya memergoki appa dan Luna ahjumma bercinta di rumah saya sendiri, kehidupan saya sudah hancur. Saat saya harus menyaksikan bagaimana frustasinya eomma saya ketika appa lebih memilih Luna ahjumma, hati saya hancur. Dulu, hampir setiap hari psikolog datang ke rumah saya hanya untuk membuat eomma tenang. Anak mana yang tega melihat ibunya sendiri harus disuntik obat penenang paman?"

Air mata Namjoon jatuh. Deras sekali bahkan sampai Taehyung ingin sekali menghapusnya namun dia urungkan.

"Setiap hari saya menyalahkan diri saya sendiri atas apa yang sudah saya lakukan. Melihat bagaimana gigihnya Jungkook hanya untuk membela Taehyung, hati saya berdenyut paman, tapi saya juga ketakutan. Saya takut ketika saya mengakui semuanya maka hidup eomma saya akan semakin hancur! Saya hidup hanya mengumpulkan dosa. Saya tahu itu. Tapi semua itu bukan karena keinginan saya paman. Luka itu------kenapa kalian para orang tua tidak bisa berdamai? Kenapa harus membiarkan salah satu dari kalian menghancurkan keluarga orang lain hanya untuk mendapatkan kebahagiaan?"

Justice For My Brother [ LENGKAP ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang