Selasa, 6 Agustus 2019
Bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu. Banyak siswa yang sudah pulang, memilih untuk meninggalkan rumah kedua mereka yang sebenarnya jarang sekali mereka anggap sebagai rumah kedua. Tapi itu semua tidak berlaku pada Jimin dan Taehyung, keduanya masih asik berkutat di dalam perpustakaan. Mencari-cari buku apa saja yang mereka perlukan untuk mengerjakan tugas nanti. Penjaga perpustakaan sudah terbiasa dengan mereka berdua, jadi beliau memberikan waktu sedikit lebih lama agar mereka berdua dapat lebih lama di dalam perpustakaan.
"Sudah kau temukan buku nya?"
Taehyung menggelengkan kepalanya lantas membenarkan kaca mata yang dia pakai. Mata nya masih mencari buku yang akan dia pinjam.
"Sepertinya tidak ada di rak ini, aku akan cari di rak yang lainnya. Kalau kau mau pulang lebih dahulu tidak apa kok."
Astaga padahal bukan seperti itu maksud Jimin.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu sendirian disini. Lagipula aku sudah bilang ke adikmu jika aku akan mengantar mu pulang."
Taehyung hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa berucap apa-apa karena dia masih sibuk mencari buku.
"Tae-ah, aku ke toilet sebentar hum. Aku kebelet ini."
"Yasudah sana. Kemarikan buku mu, biar aku yang meminjam buku itu atas nama ku."
Jimin mengangguk lantas dengan segera memberikan buku kepada Taehyung. Dengan tergesa-gesa Jimin pun beranjak pergi meninggalkan Taehyung yang hanya bisa terkekeh melihat tingkah temannya itu.
"Ada-ada saja. Tapi aneh juga sih, setiap kali ke perpustakaan dia selalu saja berakhir ingin buang air kecil. Memangnya buku bisa membuat seseorang mendadak ingin buang air kecil begitu ?"
*****
"Ah leganya." Jimin membetulkan kembali celana nya saat sudah menuntaskan keinginan nya untuk buang air kecil.
"Sayang sekali sih Namjoon itu. Keluarganya benar-benar berantakan. Appa nya justru berselingkuh dengan wanita lain."
Deg!
Jimin terpaku di tempatnya saat mendengar perkataan orang yang baru saja keluar dari bilik di samping nya.
Brak!
"YAK JIN SIALAN KAU! UNTUK APA KAU MEMBAGIKAN FOTO APPA KU DAN WANITA SIALAN ITU KE GROUP MUSUH KITA!"
Jimin kembali dibuat terkejut saat pintu dibuka secara kasar dan terdengar sebuah bentakan penuh amarah.
"Memangnya kenapa? Kau malu karena kenyataan nya bahwa pemilik sekolah ini ternyata punya isteri simpanan ? Atau kau takut dicibir oleh musuh mu sendiri ?" Tanya seseorang yang bernama Jin itu santai.
"SIALAN KAU! KEMARI KAU! AKAN AKU HABISI NYAWAMU!"
Dan yang selanjutnya terjadi adalah suara keributan dan orang yang diseret paksa. Jimin menetralkan jantung nya yang berdetak tidak karuan setelah mendengar perkelahian tadi. Setelah dirasa aman, Jimin pun dengan segera keluar dari toilet.
"Hei Jimin-ah!" Panggil Taehyung dari kejauhan. Jimin hanya melambaikan tangannya, menunggu Taehyung yang kini berlari menghampirinya.
"Kenapa lama sekali?"
Jimin menggelengkan kepalanya namun dengan wajah yang terlihat panik. Taehyung memicingkan matanya, menatap curiga kearah Jimin.
"Kau kenapa ? Seperti sudah melihat setan saja. Apa terjadi sesuatu saat di toilet tadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Justice For My Brother [ LENGKAP ]
FanficJungkook hanya mencoba mendapatkan keadilan agar Sang kakak bisa terbebas dari tuduhan yang menjeratnya Bisakah dia melakukan nya? Ditengah keadaan keluarganya yang juga berantakan? Ditengah keadaan jiwa nya yang juga tidak setangguh yang orang lain...
![Justice For My Brother [ LENGKAP ]](https://img.wattpad.com/cover/232278205-64-k397512.jpg)