Anindya POV
Aku duduk terbungkam seribu bahasa. Memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang ada.
Di satu sisi aku merasa senang akan kehamilan ini. Namun, di sisi lain ... aku merasa sebaliknya. Bagaimana kuliahku nanti? Akan terasa aneh jika di dalam KTP tertera belum menikah, tapi perutku malah membuncit hamil.
"Hhah ...." Aku mendesah panjang.
"Ada apa, Sayang?" Mas Ares memelukku dari belakang sofa kemudian mendaratkan kecupan singkat di pelipisku.
Aku menoleh dan tersenyum kecil. Dia berjalan ke hadapanku lalu terduduk di karpet. Tangan kirinya menopang kepala, sedangkan tangan kanannya mendarat di perutku yang masih rata, mengusapnya naik turun.
"Baik-baik ya Sayang," gumamnya disertai senyuman lebar.
"Bayinya 'kan masih belum ngebentuk. Belum bisa diajak ngobrol," cibirku.
"Ya nggak apa-apa. Memangnya gak boleh?"
"Boleh sih."
Mas Ares duduk di sampingku. "Kamu kenapa? Kepingin sesuatu?"
Aku menggeleng kecil.
"Dari tadi Mas perhatikan ... wajahnya masam begitu."
"Hmm ... apa aku gak usah kuliah aja?" Perlahan aku beranikan menatapnya. Kerutan di keningnya begitu kentara terlihat.
"Kenapa? Bukannya kamu mau lanjut kuliah?"
"Aku bingung. Kalau aku kuliah ... nanti apa kata orang? Status KTP aku 'kan belum menikah."
"Nanti ... pasti akan ada gosip beredar kalau aku hamil di luar nikah. Dan aku ... gak mau hal itu terjadi," lanjutku.
Mas Ares diam. Tampaknya ia tengah berpikir.
"Tapi kamu 'kan mau kuliah."
"Aku siap undur diri kok," lirihku.
"Kita 'kan ada surat nikah. Sah baik dalam agama, maupun negara."
"Tapi aku takut ...."
"KTP itu bukan jaminan."
"Bukan itu ...."
"Jadi?" Kedua alisnya naik.
"Aku takut males nanti kalau pas udah hamil tua." Aku sedikit menekuk wajah masam.
Terdengar Mas Ares mendesah panjang.
"Ya udah ... jadi sekarang intinya bagaimana?"
"Aku ... mundur aja kuliahnya."
"Yakin gak nyesal? Nanti pas udah mundur, malah mau."
"Nggak kok."
"Belajar terus 'kan bosen, capek," umpatku.
"Loh, kamu gak mau belajar?"
Sontak mataku membola ke arahnya.
"Eh, nggak. Maksudnya 'kan kalau hamil itu mood-nya naik turun. Jadi aku takut gak konsisten. Daripada undur diri di tengah-tengah, mendingan sekarang aja," jelasku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Guru Agama (TAMAT)
Teen FictionReswara adalah seorang guru Pendidikan Agama Islam yang dijodohkan dengan Anindya---gadis yang tak lain merupakan anak didiknya sendiri. Keduanya tidak bisa menolak perjodohan tersebut dan harus menerima dengan lapang dada. Namun, bisakah cinta tumb...
