"ᴛᴇɴᴛᴀɴɢ ʙᴜᴍɪ ᴅᴀɴ ʟᴀɴɢɪᴛ ʏᴀɴɢ ᴛɪᴅᴀᴋ ʙɪsᴀ ʙᴇʀsᴀᴛᴜ, ᴛᴇᴛᴀᴘɪ sᴀʟɪɴɢ ᴍᴇʟᴇɴɢᴋᴀᴘɪ."
Sebelumnya kehidupan Gabriella Maharani berjalan baik-baik saja sebelum ia bertemu dengan sosok lelaki tampan berwajah malaikat namun berhati iblis. Elang Ksatria Ganendra...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langit selalu jatuh cinta kepada bumi yang mendekap hujan, kemudian jatuh cinta lagi ketika bumi tersenyum karena pelangi yang hadir membelai lembut raganya.
Langit akan terus jatuh cinta pada bumi sampai tenggat waktu yang tidak bisa ditentukan.
Happy Reading
Gabriella menatap kagum bangunan di depannya. Studio musik VYLNOXI. Malam ini VYLNOXI mengadakan konser di lapangan atom yang letaknya tepat di belakang studio. Yang memiliki rencana seperti ini adalah Elang, Elang ingin merayakan keberhasilan mereka atas kembalinya studio VYLNOXI. Elang juga mengadakan konser ini untuk merayakan keberhasilan temannya—Aksa dan pacarnya—Gabriella atas kemenangannya di KSN—P.
Mereka berdua melangkahkan kakinya ke lapangan atom yang terletak tepat di belakang studio. Elang sengaja membeli studio yang letaknya di pusat kota dan di belakangnya terdapat lapangan bola yang cukup luas untuk memudahkan para anggota VYLNOXI untuk berkumpul dan bersenang-senang.
Saat sudah sampai di lapangan atom, musik DJ yang di putar oleh Gavin bergema dengan hebat disana. Lelaki itu berdiri di atas panggung dan dengan lincah menggerakkan jari-jemarinya di atas pioneer.
Gabriella menatap sekelilingnya yang ternyata banyak pedagang jajanan kaki lima yang mendirikan tendanya di samping lapangan. Ia tersenyum tipis lalu menatap Elang yang juga sudah menatapnya sedari tadi.
"Kamu baik," ujar Gabriella dengan tulus.
Elang mengelus puncak kepala Gabriella sambil tersenyum. "Kamu lebih baik."
Sebelum konser di mulai, Elang beserta gengnya mendatangi beberapa tempat yang biasanya digunakan untuk pedagang kaki lima berjualan. Mereka meminta para pedagang untuk berjualan di konser mereka nantinya. Elang sengaja melakukan itu karena ingin membantu para pedagang mendapatkan hasil penjualan lagi. Lagipula jika tidak ada pedagang para tamu yang datang akan merasakan haus dan lapar. Lihat saja sekarang, Tristan, Jay, Kelly dan Morgan sudah mangkal di tenda bakso untuk mengisi perut mereka.
"Mau ke sana?" tanya Elang sambil menunjuk meja yang berada di pinggir lapangan.
"Aku nunggu Caca dulu."
"Caca udah datang dari tadi sama Evan. Itu anaknya." Elang menunjuk Caca yang tengah berlari kearah mereka dengan ditemani Evan di sampingnya.
"Hai!" sapa Caca dengan semangat.
"Kiara mana?" tanya Gabriella pada Caca.
"Lagi dijemput sama Jeha. Kita duduk aja yuk disana," jawab Caca sambil menunjuk meja yang letaknya di samping lapangan dekat penjual es cendol.
Gabriella mengangguk. "Aku kesana sama Caca, ya," ujar Gabriella pada Elang dan diangguki kepala oleh cowok itu.
"Lo masih suka sama Caca?" tanya Elang pada Evan setelah dua gadis itu pergi.