sepi...🥺

1.4K 93 1
                                        

Semalam merupakan pengalaman pertama bagi Rara melakukan hubungan biologis dengan lawan jenis dan Alhamdulillah dia telah melakukannya dengan suami sahnya, bertahun-tahun telah dijaganya kesucian itu. Hemmm.. benar-benar suatu pengalaman dalam hidupnya. Sambil makan Rara mengaduk-aduk nasi diatas piring dan fikirannya masih teringat tentang malam pertamanya semalam, terkadang dia tersenyum namun tiba-tiba wajahnya mengernyit seperti merasakan sesuatu. Dika hanya memperhatikan dari kursinya, duduk berhadapan dengan Rara, membuat dia jadi bisa melihat ekspresi wajah istrinya itu.

"Udah dimakan nasinya nggak usah diputar-putar begitu" perintah Dika dari kursinya. Seperti tersadar Rara langsung melihat piringnya yang sudah acak-acakan.

"Ohhh iya"

"Mikir apa kamu?" Tanya Dika penasaran.

"Nggak ada?" Jawab Rara sambil memasukkan kembali nasi kedalam mulutnya.

"Mikir yang semalam ya?"

"Uhukkk..ah..ehh..nggak kok"

"Udah jangan bohong, apa mau aku kasih gool lagi ya?" Goda Dika. " Makasih ya sayang " senyum Dika sangat mengembang seperti seorang pemenang dalam kejuaraan.

"Apa an sih..ayo buruan makan mas. Aku belum kemas-kemas bajunya mas Dika juga" Rara mengalihkan pembicaraan. Sejak menikah sepertinya suaminya ini sudah mulai genit dan banyak bicara. Berbeda dengan Dika yang baru dia kenal dulu. Sudah jarang senyum, dingin, gampang emosi, dan kayak sudah lebih tua dari usianya. Sekarang Rara melihat sosok yang berbeda dengan suaminya, apalagi jika memakai kaos dan celana pendek dengan sandal rumahan seperti itu, seperti masih berumur 25an saja.

Setelah sarapan Rara segera berlalu kedalam kamar, untuk menyiapkan segala keperluan suaminya yang akan terbang ke Amerika siang ini. Sementara Dika langsung berbaur dengan orang tua dan mertuannya yang ada di teras belakang, sambil melihat Maura dan Anggita yang sedang berenang sambil main pelampung bebek-bebekan kesukaanya.

"Pesawatmu take off  jam berapa dik?" Tanya papa sambil membolak balik surat kabar pagi ini.

"Oh..jam 2 pa" jawab Dika dan ikut duduk bersama mereka.

"Apa nggak bisa ditunda dik, kasihan istrimu dirumah sendirian, mana masih baru nikah, udah ditinggal aja" kata mama Laura.

"Udah dijadwal ma sama Rendi, ini aja seharusnya Minggu kemaren aku udah harus berangkat."

"Iya itu nak, nanti malam kami harus balik ke kota J, besok ayah juga harus dinas, kakak juga harus ngantor dan adek juga harus sekolah kembali, mama juga mau tinggal tapi gimana ya, ada arisan bulanan dikantor ayah, mama jadi bendaharanya yang pegang uang, jadi nggak enak kalau harus ijin" jelas mama elis

"Kalau kata mama sih, ditunda aja dulu sehari dua harian" mama Laura masih kekeh dengan idenya.

"Mama ini gimana? Bisnis is bisnis ma..kalau sudah janji dengan pathner masa mau ditunda ma..biar dah, biar Dika berangkat, dunia bisnis emang seperti itu." Jawab papa frans sambil meletakkan koran diatas meja.

"Dirumah juga ada mbok sum dan pak Rahmad kok ma" jawab Dika

"Iya nggak apa-apa kok nak, Rara itu anaknya mandiri, insha Allah bisa kok mengatur semuanya. Jadi nak Dika fokus saja sama perkerjaannya ya" jelas mama Elis.

"Iya ma, nanti juga Dika akan sering-sering menelepon rumah, lagian hanya 4 hari Dika disana, setelah ketemu dengan Mr Daniel dan menandatangani kontrak, Dika juga langsung pulang." Jelas Dika, mencoba membuat orang tuanya tenang.

"Iya nak, mama dan ayah sudah percaya padamu" kata mama Elis sambil mengelus bahu Dika.

"Papa dan mama besok juga harus balik ke Singapura lho dik, tapi tenang aja nanti mama akan sering-sering juga nengokin kok"

muridku anakkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang