Chapter 15

212 20 13
                                        

Maddie terdiam menatap pintu kayu rubanah rumah Nate sembari membawa selimut dan pakaian bersih. Mengumpulkan kembali keberaniannya untuk bertemu seseorang. Ia tahu ini tidak akan berjalan dengan baik mengingat apa yang telah ia lakukan. Carl pasti mengira ia telah menyakitinya.

Pada akhirnya Maddie membuka pintu itu secara perlahan. Suara decitan pintu terdengar di saat yang bersamaan, namun orang yang berada di dalam ruangan itu tidak menoleh sama sekali. Hanya terdiam, memeluk diri di tengah lembabnya ruangan di atas ranjang kecil. Pakaiannya pun masih sama ketika terakhir kali Maddie melihatnya.

Dengan hati-hati Maddie mulai mendekat, mencoba menjadi seseorang yang dikenalinya. Namun sepertinya Carl benar-benar mulai menaruh kebencian padanya. Seharus Carl merasa senang karena bertemu dengan Elena lagi setelah sekian lama, tapi pertemuan ini menjadi sangat tidak diinginkan.

"Kenapa kau melakukan itu padaku El?" Carl mulai bersuara namun tidak menoleh.

"Maafkan aku," kata Maddie lantas menaruh selimut serta pakaian bersih di dekat tubuh Carl. Selanjutnya ia memilih duduk tak jauh di samping pemuda itu.

"Kau tahu aku telah berubah menjadi makhluk mengerikan?" tanya Carl akhirnya menatap gadis itu.

"Ya aku tahu, karena itulah aku membawamu kemari untuk melindungimu. Polisi, hunter, dan semua orang akan mengejarmu," Maddie memberitahu. Semoga Carl mengerti dengan tindakannya ini.

Carl pun menopang dagu di atas lipatan tangannya yang bertumpu pada kedua lututnya. "Kau menusukku diam-diam El. Seakan kau sedang memburuku. Apakah kau benar-benar Elena yang aku kenal? Yang tidak akan menyakiti sahabatnya."

Saat itu juga Maddie mengalami kegelisahan. Ia tidak boleh lemah dalam keadaan ini. Dan sejak kapan ia begitu memiliki perasaan iba terhadap seseorang? Bahkan bila itu adalah Carl.

"Dengarkan aku Carl!" Tangan Maddie terulur mengusap rambut ikal bergelombang pemuda itu dan menatapnya. "Setiap orang mengalami perubahan, tidak peduli aku Elena atau orang lain. Kau bisa merasakannya sendiri tanpa aku mengakuinya."

Mata Carl meliriknya. "Kau tahu kau Elena, tapi sejak kapan warna matamu berubah?"

Lagi-lagi Maddie harus membuat alasan. "Aku memakai lensa kontak," katanya berdusta.

"Coba kau keluarkan!" Carl berkata dengan nada memerintah seolah tidak percaya.

Maddie tidak tahu harus berbuat apa lagi. Akhirnya ia menghela napas dan tangannya mulai terangkat menyentuh matanya sendiri agar bisa membuktikan pada Carl bahwa ia adalah Elena. Semoga ada keajaiban matanya berubah gelap.

"Baiklah, kurasa kau tidak perlu melakukan itu. Aku senang kau bisa sedikit merias dirimu El, warna abu-abu cocok untukmu. Kurasa selanjutnya kau harus berpakaian lebih berwarna." Carl menatap gadis itu dengan senyuman tipis seolah rasa benci yang ia rasakan beberapa detik yang lalu lenyap begitu saja. Ia merasa yakin gadis di hadapannya itu benar-benar Elena.

Maddie menjadi bisu setelah mendengar perkataan Carl. Pemuda itu akhirnya meyakininya. Tidak sesulit yang ia bayangkan sebelumnya.

"Jadi kau tidak marah?" tanya Maddie.

Carl menggeleng dengan senyumannya yang manis. "Kau melukaiku agar aku aman, jadi itu bukan alasan yang tepat untuk membencimu."

Tangan Maddie terangkat lagi untuk menyentuh bahu Carl, sembari manatapnya lekat-lekat. "Percayalah bahwa aku bukan orang lain. Aku hanya sedikit berubah," tuturnya.

"Apakah aku aman berada di sini, bersamamu?" tanya Carl tiba-tiba khawatir dan takut.

"Tentu saja, tidak ada yang bisa menyakitimu Carl. Berjanjilah untuk tidak mencoba melarikan diri dariku," ingatnya dengan nada menekan. Maddie terbilang cukup khawatir mengenai keadaan pemuda itu setelah berita yang tersebar. Pastinya para hunter akan memburunya.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang