Hustown University sedang dalam persiapan acara untuk menyambut mahasiswa dan siswi tahun pertama, termasuk Maddie yang dua hari lalu telah resmi menjadi mahasiswi tanpa melalui syarat apapun. Dikarenakan Albert Harlow dengan mudah menempatkannya di kampus tersebut.
Penyambutannya akan diadakan pada malam Halloween. Di samping itu seluruh mahasiswa dan siswi bebas mengenakan kostum seram apapun dalam acara. Hal itu akan sangat mendukung kemeriahan penyambutan dan perayaan Halloween.
Sekarang koridor tampak dipenuhi oleh hiasan lampu orange dengan berbagai pernak-pernik lainnya seperti sarang laba-laba dan labu menyeramkan.
Ketika Maddie keluar dari toilet perempuan, seorang gadis berambut panjang tidak sengaja menabraknya dengan keras, sontak membuatnya terkejut karena gadis itu terlihat terburu-buru. Sampai akhirnya Maddie menyadari bahwa itu adalah Anne, yang mengaku sebagai sahabat Sean.
Mata Anne menatapnya dengan mata membulat besar, lalu naik turun memperhatikan penampilannya. Sepertinya Anne menyadari bahwa penampilan Maddie hari ini sedikit berbeda, serba hitam. Ditambah rambutnya diikat menyerupai ekor kuda.
"Ma-maafkan aku," kata Anne. Nadanya ketakutan, langsung berlalu begitu saja memasuki toilet.
Maddie hanya menghiraukan dan berjalan melewati koridor yang tampak meriah. Maddie tidak tertarik untuk memperhatikannya berlarut-larut dan memilih untuk terus melangkah menuju perpustakaan.
Sesaat kemudian seseorang menyamai langkahnya. Itu adalah Sean yang wajahnya hari ini tampak berseri-seri penuh senyuman. Sepertinya hati pemuda itu sedang lumayan membaik.
"Ada apa?" tanya Maddie berhenti melangkah lalu menatap Sean.
Sean yang menyadari sesuatu pun mengeryit. "Kau baik-baik saja?" tanyanya setelah menatap wajah gadis itu.
Salah satu alis Maddie pun spontan terangkat. "Aku baik-baik saja, kenapa?" balasnya bertanya.
"Kau terluka, bagaimana kau bisa bilang dirimu baik-baik saja?" Sean mencoba untuk menjangkau luka di pelipis Maddie tapi gadis itu langsung menghindar.
"Bukan apa-apa, hanya luka kecil." Sembari menutupi bekas lukanya dengan anak rambut yang lepas dari ikatan. "Aku sudah terbiasa," tandasnya lalu tersenyum lebar.
Akhirnya Sean mengangguk kecil, sepertinya ia berlebihan tentang keadaan Maddie. "Omong-omong kau terlihat cantik hari ini," katanya tidak peduli seberapa pantas ia memuji Maddie karena melihat penampilan gadis itu yang menurutnya agak berbeda dari yang kemarin.
Maddie pun sampai harus mencerna kalimat pujian dari Sean dengan alis mencuram. Lalu tangan pemuda itu terangkat menuju belakang kepalanya, menarik lepas ikat rambutnya. Sampai rambut Maddie pun tergerai dengan indah, kemudian Sean sedikit merapikannya.
Mendapat tindakan tak terduga seperti ini membuat tubuh Maddie agak gemetar, jantungnya yang sudah lama mati tiba-tiba kembali berdetak. Matanya terkunci memandang mata samudra itu. Tapi, Maddie tahu Sean melihatnya sebagai orang lain.
"Ada apa denganmu?" tanya Sean dengan sorot mata dalam. Ia tidak tahu mengapa hari ini Maddie terlihat sangat mirip dengan Elena, dan ia sangat ingin memeluknya. Lagi-lagi tidak peduli dengan apa yang baru saja dilakukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomanceFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)