“Of course, I’m not your granddaughter, b*tch!”
Sontak Ratu Alisha berbalik cepat dengan mata membulat mendengar suara itu, wanita itu merasa tidak menyangka Elena bisa bangkit lagi, seharusnya sudah tewas karena yang digunakannya adalah pedang berdarah. Elena tampak menatap tajam dengan seringaian.
“Kenapa kau tidak mati?” tanyanya terkejut. Sementara dua laki-laki di belakangnya itu tampak mematung nyaris shock. Mulai kebingungan lagi.
“I can’t be killed!” balas Elena santai dan sombong. Berjalan mendekati wanita berjubah hitam itu sambil meneliti dari ujung kaki hingga rambut.
Buuughh
Elena tak segan meninju keras wajah wanita itu hingga tubuhnya jatuh dan tersungkur di rerumputan, bahkan kini terlihat James dan Sean bergerak sedikit ke belakang merasa gentar. Elena tidak menghiraukan kedua lelaki itu saat ini, ia memilih untuk mendekat, merendahkan tubuhnya, kemudian memiringkan kepala menatap wanita tidak tahu malu itu.
“Elena kau—,” gumam James pelan, tidak mampu melanjutkan perkataan.
Mata Elena pun naik menatap pria itu tanpa ekspresi. Kemudian kembali menatap wanita di depannya yang tampak memegangi wajah.
“Apa kau tidak mengerti, huh? Kau hanyalah salah satu dari korban penipuan. Jangan berharap lebih karena sekarang kau sama sekali tidak pantas. Tersenyumlah untuk terakhir kalinya,” ujar Elena. Perlahan bola matanya menghitam, serta guratan tumbuh dari lehernya sampai pada mata hitam itu. Tangannya terangkat, mengarahkannya pada wanita di depannya.
“Akkhh…” Wanita itu langsung memekik karena terkcekik walau pun Elena tidak melakukannya secara langsung.
Kedua lelaki yang berdiri di depan sana tidak bisa melakukan apapun, hanya mampu menyaksikan karena mereka masih mencerna keadaan dan bingung dengan apa yang sedang terjadi. Mereka berada di antara dua kepercayaan, percaya bahwa itu hanyalah halusinasi karena Elena tiba-tiba hidup lagi, dan percaya bahwa itu benar-benar nyata karena alasan yang sama.
“Aku akan terus menyiksamu kalau kau tidak segera…,” ujar Elena menjeda kalimatnya dengan sengaja dan masih membuka tangannya, belum lagi ia mengepalkannya sudah pasti wanita itu kehilangan kepalanya.
Tiba-tiba, wajah wanita itu perlahan berganti. Manik mata hitamnya berubah menjadi hijau laut, dan rambut hitam panjangnya berubah pendek kecoklatan sehabu. Sudah bisa ditebak siapa wanita itu. Elena pun menurunkan tangannya dan tersenyum miring.
“Yeah, aku tidak sudi kau menjadi nenekku,” kata Elena bangkit berdiri dan matanya kembali normal.
“Beryl?” lirih James tidak percaya dengan mata melotot. “Ini pasti halusinasi,” lanjutnya kesal sambil memcengkram kepala.
Sementara Sean yang berada di samping James hanya bisa terdiam sambil bertanya-tanya mengapa mereka punya halusinasi yang sama. Rasanya mustahil, aneh, dan begitu nyata.
“Bukan halusinasi, ini sungguhan,” kata Elena meyakinkan.
“Tidak,” bantah James menatap Elena. “Bagaimana ini bisa terjadi? Tadinya dia adalah Ratu Alisha, dan sekarang menjadi temanku Beryl. Entah apa lagi yang akan muncul, ini pasti terjadi di kepalaku.”
“Ini sungguhan,” kata Beryl angkat bicara. Wanita itu kemudian menunduk. “Aku menyamar menjadi Ratu Alisha. Aku membuat ramuan menggunakan DNA-nya,” jelasnya mengakui.
“Dengar ‘kan? Kalian tidak sedang berhalusinasi, ini sungguh terjadi,” timpal Elena.
Terlihat Sean mulai tersenyum, melangkah cepat ke arah Elena dan menabrak tubuh gadis itu untuk memeluknya. Tidak peduli darah di leher Elena menodai pakaiannya, yang terpenting ia bisa memeluknya dan merasa lega kekasihnya bisa hidup lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomanceFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)