Chapter 23

198 17 11
                                        

Untuk pertama kalinya Anne menghabiskan waktu bersama dengan James. Tapi perasaannya sedikit berbeda terhadap pria itu sekarang, bahkan tidak ada obrolan hangat yang tercipta di antara mereka lagi. Rasa canggung dan takut mendominasi dirinya, padahal sebelumnya ketika James menemuinya dan memberikan sebuket bunga tulip, perasaannya sangat berbunga-bunga.

Sekarang Anne telah digandeng oleh James sembari berjalan keluar dari gedung bioskop. Tapi, tak lama setelah itu James malah melepas tangannya secara perlahan dengan gerakan lembut. Hal itu membuat Anne mengigit bibir bawahnya.

“Maaf Anne, ponselku bergetar,” kata James sembari merogoh saku celananya.

James mengeryit melihat tampilan layar ponselnya. Seseorang yang melakukan panggilan adalah Beryl Johnson. Ia pun segera mengangkatnya. Sementara Anne mulai merasa terabaikan.

“Hallo Beryl!” ucap James pelan setelah menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

Hallo James, tebaklah... aku sedang berada di mana sekarang!” Beryl kedengarannya sangat bersemangat.

Um, entahlah aku tidak tahu. Memangnya kau di mana? Jangan bilang kau berada di Hustown!” James bergurau.

Oh, kau benar! Aku memang di Hustown sekarang.

Sontak James terkejut mendengarnya. Beryl tidak mungkin membohonginya 'kan? “Benarkah?” tanyanya kemudian.

Iya James, aku bersumpah. Aku sampai kemarin siang,” Beryl memberitahu.

“Wah, sepertinya kita harus bertemu. Jujur saja kedatanganmu seperti kejutan untukku,” ungkap James membuat Beryl yang berada di seberang telepon tertawa.

Baiklah James, kurasa kaulah yang harus menentukan di mana sebaiknya kita bertemu.

“Ya baiklah, aku akan mengirim lokasinya.”

Setelah James mengakhiri pembicaraan dengan Beryl. Ia pun menoleh ke arah Anne sambil menyimpan ponselnya. Kemudian tersenyum kecil dan merasa bersalah telah mengabaikan gadis manis itu. “Ah, maafkan aku. Ayo, kuantar kau pulang,” ajaknya sembari mejulurkan tangannya ke arah Anne agar mereka bisa bergandengan lagi.

Namun, Anne malah terdiam dengan menggigit bibirnya makin kuat. Matanya tidak lagi menatap James. Berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, bahkan ketika pertama kali mereka bertemu, Anne masih bisa berbicara dan mengeluarkan semua keluh kesahnya di hadapan pria itu.

Tapi kali ini, ketika bayangan James menghimpit Maddie di loker muncul di pikirannya, Anne kembali merasakan takut, ia seperti tidak mengenali pria itu lagi. Mungkin tidak! Bisa saja Anne belum mengenali siapa James sepenuhnya.

“Anne,” panggil James, pasalnya gadis itu hanya terdiam.

Gadis berambut panjang itu mengerjap setelah mendengar namanya dipanggil. Kemudian ditatapnya lagi pria di hadapannya itu. “James, kurasa aku bisa pulang sendiri. Aku akan meminta sopirku untuk menjemputku,” ujarnya.

“Tapi aku bisa mengantarmu pulang,” James memprotes masih berkeinginan untuk mengantar gadis itu.

“Tidak James, aku tidak mau merepotkanmu. Dan terima kasih sudah mengajakku menonton. Aku senang menghabiskan waktu bersamamu siang ini,” terangnya, kemudian menyunggingkan senyuman ala bintang iklan pasta gigi.

Terlihat James menghela napas lalu bersedekap dada. Dipandanginya Anne dengan serius dan lekat.

“Dengarkan aku! Ketika seorang pria mengajak seorang wanita pergi keluar. Maka pria tersebut harus bertanggung jawab atas sang wanita, dia juga harus menjaganya, dan memastikan wanita itu pulang dengan selamat. Bukannya meninggalkannya setelah mereka selesai bersenang-senang,” tutur James halus dan agak tegas.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang