Setelah menemukan beberapa lilin dan membakar batang kayu hingga menjadi arang. Juga menentukan siapa saja yang ikut masuk ke alam gaib. Kini Elena mendapat tim yang sempurna, mereka adalah suami dan pacarnya. Terjebak dengan dua lelaki itu lagi untuk kesekian kalinya tidak sampai membuat Elena merasa canggung. Ia sudah terbiasa menghadapi mereka yang bersaing memperbutkan hal yang tidak berguna seperti dirinya. Elena cukup sadar kalau ia tidak pantas, tetapi ia tidak bisa melawan hatinya kalau ia mencintai Sean dan menyayangi James.
Damien dan Sean tampak berkutat di lantai untuk menggambar simbol. Mereka sudah memindahkan sofa-sofa dan meja, tidak lupa menggulung karpet agar ruangan lebih luas. Sementara James menghilang bersama Elena.
"Kau bisa memakai ini, kutemukan pakaian Nate di antara pakaianku. Kurasa Revina mengemasi semua isi lemariku di rumah seakan berniat untuk mengusirku," kata Elena sembari menyodorkan pakaian yang terlipat rapi pada James, pria itu sedang bertelanjang dada.
Cukup lama James terpaku menatap pakaian itu, kemudian naik menatap mata abu-abu milik Elena. Terasa bermenit-menit mata mereka beradu, tetapi yang terjadi hanya sedetik ketika James kembali menunduk dan mengambil pakaian di tangan gadis itu.
"Siapa Nate? Apa dia pernah tidur denganmu?" James curiga, juga cemburu mengetahui ada laki-laki lain selain Sean yang dekat dengan Elena.
Elena langsung menggulir bola mata, mengalihkan pandangan dari James. "Bukan siapa-siapa, hanya teman," sahutnya. Tidak ingin memberitahu kalau James-lah yang telah membunuh Nate sewaktu di bangunan tua-ketika pria itu menculiknya. Tidak perlu diungkit-ungkit lagi masalah itu.
"Baiklah," ujar James beranjak dari kamar Elena.
Setelah memakai pakaian yang Elena berikan, James baru sadar kalau Kelly tidur di kamar yang ia tempati. Gadis pirang itu menatap sambil menopang kepala menggunakan siku. Namun, James tetap bersikap santai dan merapikan pakaiannya.
"Berhentilah menatapku," ujar James.
"Ototmu lebih bagus daripada Sean," komentar Kelly sambil tersenyum kecil.
"Terserah apa katamu Kelly, kau sudah banyak melihat." James kemudian beranjak dari kamar itu.
Kelly kembali merebahkan kepalanya, sungguh beruntung bangun-bangun disuguhkan pemandangan pencuci mata. Jarang sekali ia menonton seorang pria sedang memakai pakaian, yang James lakukan barusan membuat Kelly hampir kepanasan meskipun hanya sekedar menontonnya saja.
Di ruang sofa simbol hexagram sudah terbentuk sempurna, serta beberapa lilin yang belum menyala diletekan mengelilinginya. Damien dan Sean selalu berhasil bekerja sama meskipun keduanya sering berselisih paham.
"Mau kunyalakan lilinnya?" tanya James ketika tiba di sana.
Sean dan Damien kompak memberi James tatapan sengit. Tentu saja karena pria itu tidak membantu mereka sama sekali, dan datang-datang malah hanya mendapat bagian menyalakan lilin. Lihat bagaimana kedua tangan Sean dan Damien gosong terpoles arang tadi.
"Biar aku saja, api James terlalu besar untuk menyalakan lilin," seru seorang gadis datang dari arah tangga. Penampilannya tampak berbeda dari sebelumnya. Rambut gadis itu dijalin sedikit ke belakang. Serta pakaiannya lebih ketat dari sebelumnya. Tidak memakai long coat lagi, jaket kulit yang membukus tubuh Elena membuat penampilannya terkesan modis.
"Apa itu Elena?" Damien berbisik pada Sean karena Elena terlihat lebih energik kali ini.
"Diamlah, dia tidak sepenuhnya Elena," peringat Sean ikut berbisik.
"Igardat," ucap Elena, seketika lilin-lilin itu menyala. Gadis itu kemudian memberi senyuman sombong pada ketiga lelaki yang menatapnya dengan raut setengah heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomanceFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)