Fantasy - Romance (18+)
•
Sequel from ROSE DEATH
•
Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander.
Diduga kematiannya yang misterius...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•Ä•
"Sial," desis Elena melihat Altas digerayangi oleh sihir perampas kekuatan milik Hitler.
"Mawar itu," beritahu Alisha sekali lagi sambil bangkit berdiri.
"Mawar apa?" tanya Elena membentak merasa pusing, menatap sang nenek dan Hitler secara bergantian. "Lebih baik kuhabisi penyihir terkutuk itu menggunakan pedang ini lagi," putusnya.
"Tidak Elena, jangan mengulangi kesalahan yang sama," cegah Alisha. Di satu sisi ia merasa cemas mengenai putranya yang sedang berjuang di depan sana.
"Alisha, ini cara satu-satunya daripada aku membedahmu, mengerti?" Elena menggertak.
"Dengarkan aku!" Alisha meraih kedua bahu gadis itu agar menghadapnya. "Senjata itu tidak ada padaku, tapi padamu. Dia telah tumbuh melalui keturunanku, dan kau pemiliknya sekarang," jelasnya.
Elena memicingkan mata meresapi semua perkataan Alisha. "Padaku?" tanyanya. Wanita itu pun mengangguk mantap sebagai jawaban.
Segera Elena mencoba untuk mengeluarkan senjata bunga mawar dari dalam dirinya. Menatap tangannya yang terkepal dan... tidak ada yang terjadi, tangannya masih kosong membuat Alisha mengeryit heran.
"Sayang sekali senjata itu sudah lenyap bersama Elena kesayangan kalian," ujar gadis itu santai sambil tersenyum licik.
"Apa?" Alisha bergerak sedikit menjauh dan benar-benar tidak percaya.
"Berhentilah, ini semua tidak ada gunanya." Elena tidak menghiraukan Alisha lagi dan bergerak ke arah Hitler.
Altas masih terlihat berusaha membentengi diri. Sementara banyaknya aliran energi berwarna ungu kemerahan melesak masuk ke tubuh Hitler membuat Elena sedikit berhati-hati untuk mendekat. Pria penyihir itu sedang berusaha menyerapnya hingga penuh. Sementara itu Alisha bergerak untuk membantu sang putra untuk terlepas dari sihir, begitu berhasil kekuatan Altas nyaris tak tersisa.
"ELENA!" teriak Altas melihat putrinya yang sedang mendekat ke arah tubuh Hitler, gadis itu tidak menghiraukannya.
"Dia bukan Elena kita," beritahu Alisha sangat bersedih. Membuat Altas menatapnya bingung.
"Apa maksud ibu?" tanyanya.
"Dia terpengaruh kekuatan terlarang, bersekutu dengan iblis dan jiwanya akan melayani sang penguasa kegelapan—Dark Lord."
"Tidak," kata Altas spontan. "Ibu pasti tahu cara mengembalikannya lagi, kau seorang penyihir."
Alisha menggeleng. "Harus ada pengganti bila ingin Elena kembali."
"Bagaimana sekarang?" Altas kebingungan, menatap ke arah Elena untuk kesekian kalinya. Ia sungguh mengkhawatirkan putrinya.
"Biarkan dia kembali membunuh Hitler dengan pedang itu, tidak ada cara lain."