Banyak gadis memiliki pendapat berbeda-beda tentang Sean Peterson. Sebagian kecil dari mereka mengatakan bahwa pemuda itu merupakan remaja nakal yang memiliki banyak selingkuhan, tentu Sean akan memanfaatkan ketampanannya untuk mengais banyak gadis dan bermain-main. Sesungguhnya hal itu hanyalah pendapat dari gadis-gadis yang enggan untuk mendekati Sean, alasannya karena takut sakit hati.
Dan kini Sean tengah diperhatikan oleh seorang gadis berkaca mata yang tampak malu-malu meliriknya. Gadis itu berdiri tak jauh di samping kanan lokernya. Ketika Sean balas menatap, gadis kutu buku itu malah menundukan kepala dengan cepat.
Akhirnya Sean menggeleng pelan sembari tersenyum kecil, kemudian menutup loker setelah mengambil beberapa buku. Ia tidak akan bersikap acuh ataupun sombong terhadap gadis yang menyukainya diam-diam dan lugu seperti itu.
Sejujurnya gadis pemalu jauh lebih manis dan sopan. Pastinya mereka tidak akan mengganggu ataupun mendekatinya. Berbeda sekali dengan gadis-gadis yang mengejar dan memaksanya. Sean akan merasa ilfeel dan berusaha untuk menghindari spesies gadis seperti itu. Mereka hanya akan merepotkan, contohnya seperti Alice. Yeah, untungnya Sean tidak satu kampus dengan gadis menyebalkan itu.
“Wow, tampaknya kau semakin populer, bahkan di kalangan nerd sekalipun,” komentar seorang gadis hingga Sean sontak menoleh ke samping kiri. Gadis itu tengah mengeluarkan barang-barang dari loker ke dalam sebuah kotak kardus berukuran sedang.
“Wah, senang melihatmu masih hidup, Nona Boyd,” ujar Sean. Nada bicaranya pun terdengar sarkas.
“Aku tidak akan mati hanya dengan tertusuk, kecuali Maddie menikam jantungku.” Kelly menoleh dengan memelankan nada suaranya di akhir kalimat lalu tersenyum palsu.
Sean kemudian menyandarkan bahunya ke pintu loker sembari bersedekap dada, memperhatikan Kelly yang sibuk mengeluarkan barang-barang dari loker.
“Omong-omong, kenapa kau mengeluarkan semua barang-barangmu?”
Bola mata Kelly tampak berotasi. “Well, berkat Maddie aku harus kembali ke Sindy. Ayahku tidak ingin aku celaka di kota ini,” sahutnya.
Sean pun tersenyum getir. “Seharusnya itu bagianku,” katanya terdengar bergurau.
Kelly pun mendesah pelan, kemudian menatap Sean sesaat dengan raut lemah. “Baiklah Sean, aku minta maaf karena telah membuat sahabatmu salah paham. Dan aku juga minta maaf atas nama ibuku. Yeah, it's also my fault!”
“Kurasa kau harus menjelaskan semua yang terjadi di antara kita pada Anne. Soal ibumu, aku sudah melupakannya.”
Kelly mengangguk pelan. “Ya, aku juga berniat untuk menemui Anne dan menjelaskan semuanya.” Kemudian menutup pintu lokernya lalu menatap pemuda itu.
“Benarkah? Kau sungguh mau melakukannya?” tanya Sean dengan sebelah alis terangkat karena tidak percaya Kelly ingin meluruskan masalah yang diperbuatnya sendiri.
“Sure!” tegas Kelly terlihat bersungguh-sungguh. “Sebelumnya....,”
“Apa? Imbalan lagi?” potong Sean lantas menghela napas dan muak. “Ah, kau selalu seperti itu setiap kali aku meminta bantuan darimu.”
“Bukan begitu, aku ingin bicara dengan Anne tanpa adanya dirimu. Aku ingin bicara berdua dengannya,” Kelly membantah.
Alis Sean langsung mencuram menoleh ke arah gadis pirang itu lagi. “Aku tidak percaya padamu. Aku harus mengawasimu agar kau tidak mengatakan hal-hal aneh lagi pada Anne!”
Kelly berdecak geram. “Aku berjanji setelah aku bicara dengannya, dia akan langsung memelukmu dan mengatakan bahwa dia menyayangimu, okay?”
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomanceFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)