Chapter 29

147 23 4
                                        

Kerajaan Morgan.
Setelah pernikahan James dan Elena

Elena menaiki tangga istana dengan kecepatan vampirnya. Setelah mendengar pembicaraan James dan Ratu Irina, ia menjadi mengetahui bahwa di balik pernikahannya dengan James ada rencana dan tujuan tertentu yang diinginkan oleh kerajaan ini.

Perdamaian hanyalah omong kosong untuk memulai peperangan dari dalam. Bila James memang mengetahuinya sejak awal, mengapa pria itu menyetujui pernikahan yang bertujuan untuk menjatuhkan kerajaan ayahnya? Elena merasa ditipu dan dibohongi untuk kesekian kalinya.

Bila memang masih bisa memilih, maka Elena akan pergi dan kembali bersama Sean. Tapi mengingat dirinya telah menikah dengan James. Kemungkinan tidak ada harapan untuk kembali kepelukan pemuda itu. Ikatan dan pernikahan telah mengurungnya di tempat terkutuk ini. Tidak ada pilihan untuknya kali ini.

Pintu kamar James terbuka saat Elena ingin memasukinya. Terlihat seorang wanita berjubah hitam berdiri tak jauh di hadapannya. Sontak membuat Elena terkejut karena ia pikir itu adalah malaikat kematian yang ingin menjemputnya.

Segera Elena melangkah masuk dan pintu tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Kemudian ia mengeluarkan senjata andalannya, dilemparnya ke arah wanita itu. Mawar merah dengan duri tajam di sepanjang tangkainya itu melesat cepat bagai anak panah dan siap membunuh sasarannya.

Namun, yang terjadi tidak sesuai dengan harapan Elena. Wanita itu berhasil menahan bunga tersebut dengan bayangan hitam yang tiba-tiba muncul dari tangannya. Bayangan itu berbentuk seperti akar pohon dan menjerat bunga mawar kematian milik Elena sebelum melukai tubuh wanita itu. Lantas dipandanginya Elena dengan raut dingin.

Elena mengeryit saat mata mereka saling menatap satu sama lain. Wanita itu kemudian menarik tudung jubahnya hingga wajahnya terlihat dengan jelas. Pandangan yang mereka tunjukan sama-sama dingin dan hampir mirip, secara genetik Elena seperti mewarisi ekspresi dari wanita itu.

“Altas mengirimku untuk membebaskanmu, sekarang kau punya pilihan Elena,” ucap wanita itu.

“Pria itu mengirimmu untuk membunuhku?” tebak Elena, tidak menyangka ayahnya masih menginginkannya untuk mati.

“Kurasa itu penjelasan sederhananya. Altas tidak bisa membiarkan putrinya berada di kerajaan musuh,” jelas wanita itu.

Elena mengeryit dalam. “Tapi pria itu sendirilah yang membiarkanku menikah dengan putra dari kerajaan musuhnya.”

“Ini taktik kerajaan. Altas ingin memberikan Irina kemenangan singkat, lalu menjatuhkannya juga dalam waktu singkat dengan memanfaatkan kematianmu,” jelasnya lagi.

Elena langsung mengepalkan tangannya setelah mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh wanita itu. Taktik ini terlalu kejam baginya, setelah mendapat banyak kebohongan, kini ia harus dikorbankan untuk kepentingan kerajaan. Di mana letak kemanusiaan di negeri ini? Semuanya hanya untuk kerajaan yang hanyalah sebuah bangunan batu yang tak ada harganya dibanding nyawa.

Memang rasanya lebih baik Elena mati, tidak ada yang bisa ia harapkan lagi bila terus berada di sini. Tujuan hidupnya sudah tidak bisa dicapai lagi, begitu pula cinta, harapan, dan kebahagiaannya juga ikut menghilang. James hanyalah seseorang dengan kebohongan terbesar.

“Kau tidak perlu repot-repot membunuhku. Aku bisa melakukannya sendiri tanpa bantuanmu,” ujar Elena bertekad.

Wanita itu kemudian tersenyum tipis melihat keberanian Elena. Lalu melempar kembali mawar kematian itu pada tuannya.

Elena berhasil menangkap senjatanya, lalu meremas tangkai bunga itu hingga darah mengalir keluar dari sela-sela jemarinya. Tidak sampai di situ, ia mengarahkan ujung bunga mawar yang bagai besi tajam itu ke arah wajahnya sendiri. Menggores pipinya sampai membuka luka yang sangat dalam, disusul darah berwarna merah pekat membanjiri wajahnya.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang