Chapter 1

393 35 2
                                        

Sangat sulit menyembuhkan sebuah luka ketika luka lain datang untuk membuat seseorang kembali merasa hancur.

Ä

Sean memarkirkan mobil miliknya di samping sebuah mobil yang tampak familiar. Sangat jelas mobil sedan hitam antik itu pemiliknya adalah James Alexander. Pikirnya mobil itu sudah diangkut truk derek karena parkir sembarangan di pinggir hutan waktu itu.

Sean pun melangkah memasuki bangunan apartemen dan menaiki lift untuk menuju ruangannya. Saat tiba, seorang pria berkemeja hitam terlihat sedang melakukan sesuatu di area dapur. Sean tidak berkomentar apa-apa lalu mendekatinya.

“Kau pulang terlalu malam,” ujar James menoleh sekilas dan melanjutkan pekerjaannya.

“Aku mampir ke bar dan mengantar Kelly pulang.” Sean langsung menduduki kursi memperhatikan apa yang sedang James lakukan.

“Kau memasak?” tanyanya.

“Pertanyaanmu seolah meremehkanku. Dulu aku sering memasak untuk Elena dan sekarang aku akan memasak untukmu,” balas James sembari memasukan beberapa potong daging ayam ke dalam teflon hingga terdengar bunyi dari minyak panas ketika bersentuhan dengan daging tersebut.

Sean tidak menanggapi, terlalu sibuk memperhatikan bagaimana James melakukan kegiatannya. Pria itu pun memasukan beberapa bumbu lantas memotong tomat sembari menunggu daging ayam itu matang.

“Kau terlihat ahli,” puji Sean.

Mendengar kalimat pujian tersebut James langsung terkekeh kecil. “Aku sedang belajar. Elena bilang aku lebih cocok menjadi tukang sampah.”

“Aku yakin Elena bercanda,” sergahnya.

James pun menghela napas. “Kau tahu? Beberapa bulan belakangan ini aku merindukan Elena. Aku tidak bisa berhenti untuk berpikir tentangnya.”

“Mungkin Elena juga merindukanmu.”

James menoleh sekilas dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Beberapa saat kemudian pria itu mengangkat daging ayam yang dirasa telah matang lalu menatanya di atas piring bersama beberapa potong tomat segar, tidak lupa menaruh kentang dan juga saus mayones. Kemudian didorongnya ke hadapan Sean.

“Aku yakin rasanya tidak terlalu buruk dari terakhir kali aku membuatnya,” ujar James lantas duduk di hadapan pemuda itu.

“Kau tidak sedang merencanakan sesuatu yang buruk padaku 'kan?” Sean menatap curiga sebab tidak biasanya pria itu bersikap sebaik ini.

James menggeleng. “Makan saja, aku tidak ingin apapun darimu, ataupun meracunimu. Bersikaplah lebih tenang!” pintanya.

Sean pun mengambil garpu dan juga pisau makan, tiba-tiba muncul sebuah ingatan di kepalanya.

“Aku beritahu sesuatu bahwa aku pernah berkencan dengan Elena, kami makan spageti dari piring yang sama dan itu sangat romantis.” Sembari memotong daging ayam lalu dilahapnya. Mungkin mulutnya terdengar kejam mengatakan hal itu pada James.

James pun menaikan salah satu alisnya. “Setelah semua kisah percintaan kalian akhirnya Elena menjadi istriku.” Sembari menunjukan cincin pernikahan di jari manisnya.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang