Kepulan asap putih hampir memenuhi ruangan kerja milik Albert Harlow. Hal itu disebabkan oleh seorang pria pirang yang sedang menyesap rokok dan menghembuskan asap dari dalam mulutnya berkali-kali. Pria pirang itu yang tak lain adalah Aldrich Boyd, satu-satunya vampire yang sukses menyaingi manusia dalam bidang bisnis.
Sementara Albert yang sedang duduk di kursi kerjanya tampak cemas karena beberapa saat yang lalu menerima sebuah pesan. Sayangnya pesan tersebut tidak cukup membuatnya merasa tenang.
“Apa yang sedang kau cemaskan?” Aldrich bertanya karena melihat raut muka Albert.
“Bukan masalah besar. Aku hanya mencemaskan keberadaan Maddie, itu saja!” beritahunya lantas menyimpan kembali ponselnya.
Aldrich pun menyunggingkan sebuah senyuman. “Gadis remaja memang sulit untuk dikendalikan. Kau tidak perlu mencemaskannya secara berlebihan, Maddie bukan anak-anak lagi,” terangnya sembari melirik sebuah foto keluarga Harlow yang mana Maddie kecil berambut merah berpose bersama Albert dan Clancy —istri pertama Albert.
“Dan kulihat Maddie sudah berani mengubah penampilannya, rambut merahnya sekarang terlihat padam,” Aldrich berkomentar karena tadi sempat melihat putri satu-satunya Albert. Sebelumnya ia juga pernah bertemu langsung dengan Maddie ketika gadis itu berusia tujuh tahun.
“Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Maddie selalu memberiku kejutan setiap waktu.”
“Yeah...,” gumam Aldrich lantas menyesap rokoknya lagi. “Berikan dia sedikit kebebasan untuk berkembang dan meraih impiannya,” lanjutnya.
Kini Albert kembali terdiam sembari menatap sebuah foto di atas meja kerjanya. Sudah sangat lama ketika istri pertamanya meninggal, ia sangat merindukan Clancy dan Maddie, kedua perempuan itu sama-sama memiliki rambut merah.
“Jadi, kenapa kau tiba-tiba datang ke kota ini, Aldrich?” Albert bertanya.
Aldrich yang sedari tadi bersandar di kusen jendela kini beranjak menduduki sofa single di dekat meja kerja Albert. “Menjenguk putriku. Dan aku tidak bisa lagi membiarkannya berada di kota ini ketika mantan istriku berkeliaran di sekitarnya,” beritahunya lantas membuang sisa rokoknya ke asbak.
Salah satu alis Albert spontan terangkat. “Trudy Evanders? Kau harus cepat-cepat menjauhkan putrimu darinya. Kau tahu apa rencananya bukan? Bahkan Maddie sering kali berurusan dengan wanita itu.”
“Maddie berurusan dengan Trudy? Apa yang diinginkannya dari putrimu?” tanya Aldrich agak terkejut.
“Aku tidak tahu.”
Aldrich pun bertambah penasaran. Sebenarnya apa saja yang Trudy rencanakan sampai-sampai melibatkan Maddie yang jelas-jelas seorang vampire setengah serigala. Ya, Aldrich mengetahui bahwa Albert menikahi seorang shewolf berambut merah, yaitu Clancy Rolf yang merupakan adik dari seorang Alfa.
“Hati-hatilah Albert, Trudy memiliki banyak pasukan hunter,” ingatnya.
“Setahuku, Maddie hanya ingin mencegah rencana Trudy Evanders. Para hunter ingin mempermudah pekerjaan mereka dengan bantuan dari penyihir,” terang Albert. Tidak sedikitpun ia menyinggung tentang batu rubi di hadapan Aldrich. Ia hanya takut ada sesuatu yang tak sengaja ia bongkar.
Sedangkan Aldrich hanya mengetahui sedikit dari rencana Trudy, yaitu mengorbankan makhluk setengah vampire untuk ritual pembangkitan Hitler. Karena itu ia hanya berfokus pada keselamatan putrinya saja. Menjauhkan Kelly sejauh-jauhnya dari Trudy.
“Menurutmu, apakah sebaiknya kita ikut turun tangan? Trudy seakan-akan telah mengibarkan bendera perang untuk memusnahkan kaum kita.” Raut wajah Aldrich berubah resah.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomantikFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)