Maddie terkesan. Damien cukup handal memecahkan sesuatu, karena vampir masih memiliki otak mereka. Meski pun kadang Damien terlihat kurang waras dan tempramen, tapi dia adalah tipe orang yang menuruti semua perkataan ibunya. Bila ibunya meminta untuk melakukan sesuatu, maka Damien pasti akan sangat giat. Tidak heran kalau pria vampir itu bisa memecahkan kode penyihir.
“Wow .... it's working!” seru Damien tercengang. “Ke mana portal ini akan membawa kita pergi?” tanyanya.
“Entahlah, mungkin ke tempat persembunyian penyihir atau markas hunters,” balas Maddie. Bola mata abu-abunya tampak memantulkan cahaya kuning keemasan dari lingkaran portal itu.
Saat itu Damien telihat menghela napas samar. “Aku ikut saja ya?”
Maddie pun langsung menoleh cepat. “Maaf, Damien.”
BUGH!!
Dalam hitungan detik, tubuh Damien pun tumbang karena Maddie menyerang dengan pukulan yang amat cepat dan gesit pada bagian wajahnya, bahkan pria itu sampai tak sadarkan diri. Memang itulah tujuan Maddie melakukan hal tersebut.
“Yeah, I know it hurts so much,” ucapnya sedikit meringis melihat pria itu terkapar di lantai.
Sekarang Maddie beralih menatap lubang portal. Menarik napas selama beberapa detik sebelum menghembuskannya. Kemudian bersiap melangkahkan kaki untuk memasukinya. Apapun yang Maddie hadapi nanti, maka ia akan siap meski pun itu adalah membunuh.
Setelah masuk, cahaya di dalam portal begitu terang hingga menyilaukan mata. Maddie pun setengah terpejam sambil terus berjalan. Hingga pada akhirnya cahaya di sekitarnya perlahan meredup. Barulah saat itu Maddie membuka mata lebar-lebar, mendapati dirinya berada di sebuah ruangan lembab.
Langsung ia menoleh ke belakang, tepat di dinding bata terdapat simbol portal yang dilukis menggunakan kapur. Juga di sekitarnya terdapat beberapa lilin yang masih menyala. Maddie mengeryit seketika, kemudian berjalan ke arah pintu yang terbuka, terlihat jelas di luar sana sudah gelap. Namun masih bisa dilihat banyaknya batu nisan di sana. Maddie menyadari sekarang dirinya sedang berada di pemakaman. Tanpa adanya rasa takut, gadis itu melangkah melewati pintu.
Sepi, sunyi, dan gelap. Entah di mana letak pemakaman ini. Maddie menatap sepanjang matanya dapat menjangkau tempat itu. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat, perlahan mulai terlihatlah seorang laki-laki berpakaian pemburu dengan banyaknya saku di rompinya, tidak lupa mantel jubah berwarna hijau tua. Sangat jelas itu adalah hunter yang yang bersama dengan Trudy.
Maddie pun terdiam di tempatnya ketika hunter itu melihatnya dengan ekpresi nyaris terkejut. Seperti hunter pada umumnya, laki-laki itu langsung menodongkan senjatanya.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya.
“I want to kill you, you idiot! You shot my brother right?” balas Maddie dengan nada dingin sambil memperlihatkan wajah vampirnya untuk menggertak.
Sayangnya hunter itu tidak terlihat gentar, tanpa ragu menarik pelatuk pistol hingga menimbulkan suara yang sangat keras, dan peluru berhasil menghunus gadis itu.
Maddie sudah menduga akan mendapat tembakan, namun itu bukan masalah. Setidaknya peluru itu tidak mengenai jantungnya. Dan dengan mudah ia mengeluarkan peluru yang menembak perutnya, kemudian mendongak menatap laki-laki hunter itu dengan tajam.
“Dasar payah!” Maddie memaki sambil melempar peluru itu secara sembarangan seolah benda itu tidak dapat membunuhnya.
“Ya, aku tahu kau immortal,” ucapnya, tidak sedikit pun menurunkan pistol. “Kecuali jantungmu kuhancurkan,” lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOPPELGÄNGER [Completed]
RomantikFantasy - Romance (18+) • Sequel from ROSE DEATH • Tidak cukup dengan kematian Rose, kini datang kembali kematian tak terduga yang dialami oleh Elena Rosabelle setelah penikahannya dengan James Alexander. Diduga kematiannya yang misterius...
![DOPPELGÄNGER [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/240090082-64-k885556.jpg)