Chapter 55

111 11 0
                                        

Elena merasa dingin, nyaris tidak bisa merasakan tubuhnya sendiri. Ketika membuka mata yang bisa ia temukan adalah kekosongan. Dirinya tergeletak di lantai hitam dengan dinding-dinding yang sama hitamnya seolah tak teraba. Elena mencoba bangkit berdiri, tubuhnya terasa enteng bahkan rasanya ia bisa terbang jika mau.

"Aku-mati?" gumamnya sembari meraba tubuhnya karena terasa sangat ganjil.

"Not yet."

Suara halus tiba-tiba terbisik di telinganya, membuat ia harus menoleh ke samping, tetapi tidak ada seorang pun.

"Kau mencariku?"

Suara itu kembali terdengar halus dan kental dengan kekehan kecil, menggema di telinganya seperti dengungan yang merambat pelan. Tentu hal itu semakin membuat Elena kebingungan dan menoleh ke segala arah ruangan gelap tanpa sudut itu.

"Boo!"

Elena terkejut bukan main mendengar suara itu dari sesosok gadis ketika ia berbalik untuk memeriksanya lagi. Dengan mata membulat nyaris keluar, di depannya kini berdiri seorang gadis menyerupai dirinya seolah ia sedang berhadapan dengan cermin yang bayangannya bisa diajak berkomunikasi.

"Apa yang terjadi?" tanya Elena dengan raut tak percaya.

Gadis berwujud dirinya itu menyeringai. "Kita pernah ke sini bukan?" tanyanya.

Elena mengeryit, mengingat-ingat sambil menerawang tempat itu. "Yeah, kurasa di sini aku bertemu Charles saat pertama kali,' ujarnya.

"Oh, sepertinya ini tempat bagi jiwa-jiwa berkomunikasi," sahut bayangan dirinya itu.

Mata Elena menyipit, kepalanya penuh tanda tanya. "Kau Rose?" tanyanya kemudian.

"Ah, tidak," katanya sambil tersenyum getir, "aku tidak sudi menjadi si bodoh itu yang mengakhiri hidup demi cinta," bantahnya sambil memutar bola mata.

Elena merasa aneh melihat wujud dirinya bertingkah seperti itu. "Lalu kau siapa?"

"I am your dark side," ucapnya mantap.

Raut wajah Elena semakin tecengang. "Bagaimana mungkin kita bisa berkomunikasi seperti ini sementara kau adalah salah satu dari sifatku?" tanyanya.

"Akulah yang terburuk dalam dirimu, itulah mengapa Dark Lord memberiku semacam jiwa agar aku bisa mengambil alih sebagian dirimu atau seluruh dirimu seperti malam itu." ungkapnya. "Kau juga harus tahu bahwa James sangat lihai dalam bercinta," lanjutnya sambil tersenyum misterius.

Elena membulatkan mata lagi. "Kau-kau menghancurkan mimpiku bersama Sean!" Ia nyaris membentak.

"Ayolah jangan munafik, kau menikmati dua-duanya 'kan?"

"Tidak." Elena menggeleng cepat. "Sekarang lebih baik kembalikan aku ke tubuhku, dan sebaiknya kau tidak muncul lagi."

"Sayang sekali kau harus terjebak di sini karena akulah yang harus keluar menguasai dirimu sepenuhnya." Elena dengan sisi buruk itu menatap tajam.

"Tidak, kau akan mengacaukan semuanya seperti malam itu," ujar Elena berusaha melawannya.

"Tapi itulah yang menarik dari cerita ini bukan? Kekacauan." Ia mendekat dengan seringaian. "Biarkan aku keluar!" ucapnya sambil bergerak maju.

"Tidak akan kubiarkan!"

Elena menghindar, berbalik pergi dan berlari untuk menjauh sambil mencari cara untuk kembali ke tubuhnya. Sontak ia berhenti dan terkejut karena si Elena jahat tiba-tiba muncul di depannya, lalu dengan cepat mencengkarm kepalanya sampai ia harus berteriak karena sengatan luar biasa merambat dari kepala ke seluruh tubuhnya.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang