Chapter 11

197 21 4
                                        

Ketika Sean membuka pintu kamar James, dilihatnya pria itu sedang berdiri di hadapan cermin. “James, aku berubah pikiran. Malam ini aku harus pergi ke acara di kampusku. Kebetulan aku memiliki teman kencan yang tidak bisa aku kecewakan,” kata Sean pada James yang sedang memakai arlojinya. Pria itu pasti sedang bersiap-siap pergi ke Duvland malam ini.

“Kau tidak peduli lagi pada Elena?” tanya James membalik tubuhnya untuk menatap Sean yang berdiri di ambang pintu. “Tapi, itu bagus,” sambungnya lantas meraih jas hitam yang tergantung di dinding.

“Tentu aku masih peduli padanya,” Sean ingin memprotes, membela dirinya dari ucapan James. “Tapi, ini sudah berakhir. Aku sudah menemukan orang lain. Katakan pada Elena bahwa aku harus melakukannya ---melupakannya untuk selamanya meski dia tidak bisa mendengarmu nanti,” jelas Sean menekan lalu berbalik untuk pergi.

“Tapi aku tidak akan pergi,” seru James. “Malam ini aku juga tidak bisa mengecewakan seseorang, yaitu sahabatmu.”

Perlahan Sean memutar kepalanya menatap James dengan alis mencuram. “Apa? Dia melakukannya?”

James mengangguk dengan senyuman. “Dia gadis yang pemberani.”

Akhirnya Sean menghadapkan tubuhnya kembali pada James. “Kalian menjalin hubungan?” tanyanya begitu senang bukan main.

Tapi James menggeleng. “Anne hanya mengajakku untuk pergi ke acara itu. Karena aku tidak mau mengecewakannya, jadi aku menyetujui ajakannya.”

Sean menghela nafas kecewa. “Lalu kostum apa yang kalian pakai?” tanyanya penasaran.

“Entahlah, Anne menyuruhku untuk memakai stelan jas lengkap. Tapi aku rasa kurang menyeramkan mengingat acaranya bertema Halloween,” jelas James.

Mendengar penjelasan James, Sean pun menghela nafas tidak percaya dan memijat pelipisnya. “Oh aku tahu! Kalian akan menjadi Tuan dan Nyonya Smith,” beritahunya, karena Anne sangat mengemari Brad Pitt.

James mengeryit tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Sean. “Apakah itu karakter hantu?”

“Tidak. Kau dan Anne berkostum ala karakter pasangan utama dalam sebuah film action yang tidak ada unsur horror sama sekali,” beritahu Sean sekali lagi.

James mengedikan bahu. “Setidaknya aku tidak perlu merias wajahku menyerupai hantu,” kata James lalu mendekati Sean dan mendorong pemuda itu keluar. “Kenapa kau tidak bersiap?” tanyanya sambil menutup pintu.

“Karena kostumku dibawa oleh pacar baruku. Dia akan datang kemari sebentar lagi. Sebaiknya kau cepat pergi,” ujar Sean tersenyum lebar dan pergi dari hadapan James.

“Wah brengsek, kau benar-benar sudah bertekad,” balas James tersenyum getir menatap punggung pemuda itu. “Baiklah, sampai bertemu di pesta,” lanjut James berjalan ke arah pintu keluar, bersiap untuk menjemput Anne.

Sean hanya menghiraukan dan masuk ke dalam kamarnya. Menunggu beberapa saat sampai seseorang mengetuk pintu apartemennya. Ia yakin itu adalah Maddie.

Cepat-cepat Sean membukanya dan terlihatlah seorang gadis dengan gaun hitam selutut lengkap dengan topi kerucut di kepalanya. Ia tebak, gadis itu menjadi penyihir.

Happy Halloween,” ucap Maddie tersenyum lebar.

“Wow, jadi aku akan menjadi apa?” tanya Sean lalu menyikirkan tubuhnya, mempersilahkan Maddie memasuki apartemennya.

Death Reaper,” beritahunya sembari melangkah masuk. Kemudian meletakan beberapa bag papper di atas sofa dan merogoh salah satu isinya. Ia menunjukan sebuah jubah hitam panjang yang bagian dalamnya berwarna merah.

DOPPELGÄNGER [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang