A Run Way

2.3K 321 54
                                        

"Levi adalah anak seorang pelacur bernama Kuchel Ackerman ."

"Ackerman juga ... apa ada hubungannya dengan Kenny?" Rod Reiss menyahut dari balik mejanya. "Kukira Kenny adalah satu-satunya yang tersisa."

"Tidak diketahui, bisa saja mereka hanya kerabat jauh yang tidak saling kenal." Orang itu menyodorkan beberapa lembaran kertas padanya yang memuat rincian riwayat hidup Levi Ackerman.

"Jadi, mereka bertemu di Prancis tujuh tahun lalu? Bertepatan dengan Historia membawa alpha rendahan itu."

Rod menarik keluar sebuah foto yang diam-diam diambil dari ruangan Historia. Jika salah satu dari mereka mewarisi wajah Eren, pasti yang satunya mencetak wajah Levi. Dipandanginya foto itu cukup lama dengan penuh kebencian menyala dalam tatapan matanya. "Akan kusingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanku," janjinya pada diri sendiri seraya menatap foto itu penuh dendam, "seperti yang telah kulakukan pada wanita itu."

Seseorang mengetuk pintu, Rod menyuruh orang itu keluar dan bergantian dengannya adalah seorang pria yang lebih muda dari Rod dengan potongan rambut pendek dan mata keunguan.

"Untuk apa kau memanggilku ke sini?" Uri bertanya.

"Kau masih berhubungan dengan Ackerman itu, ya?"

Uri tak menjawab.

"Apa kau tahu ada Ackerman selain dia?"

Bibirnya masih terkatup rapat namun wajahnya yang tetap dingin menyamarkan kecamuk dalam pikirannya. Tentu saja aku tahu. "Entah, aku hanya mengenal Kenny," akhirnya Uri bersuara.

Rod menelusurkan foto itu di atas meja ke arah Uri. Adik termudanya itu hanya menatap tanpa ekspresi lalu mengerjap dan menatapnya dengan sorot bertanya 'ada apa?' "Kau tahu aku ingin merebut alpha sempurna demi mewujudkan impianku," tuturnya, "tetapi seorang omega Ackerman telah menjadi penghalang tujuanku. Bahkan mereka memiliki sepasang anak kembar."

Kemudian Rod berputar membelakangi Uri.

"Aku ingin kau mencari tahu keberadaan mereka, Uri."

"Untuk apa, Rod?"

"Hah?"

"Untuk apa kau menuruti ketamakanmu itu? Kau sudah mengorbankan seseorang untuk itu, lalu sekarang kau ingin mengulangi kesalahan yang sama? Aku menolak membantumu jika itu berarti harus mengorbankan orang lain."

Tanpa menunggu kalimat Rod selanjutnya Uri berbalik hendak menuju pintu keluar dan dalam keheningan ruang malam itu, Rod pun bersumpah. "Kalau begitu akan kulakukan sendiri, aku tidak akan menyerah begitu saja!"

~¤~

Suaranya terdengar cemas di telepon, Kenny mengernyit lalu mengembuskan napas berbau rokoknya. "Yang benar saja?"

"Bawa mereka pergi sejauh mungkin, selamatkan mereka berdua, Kenny, aku minta padamu!"

Kenny baru membuka mulut ketika Uri memutuskan sambungan secara sepihak. Pria itu menggeram kesal mengetahui bahwa Rod Reiss mengincar anak-anak Levi untuk kepentingannya sendiri. "Babi Tamak itu! Lihat saja suatu saat nanti, begitu aku berkesempatan menghabisinya!"

Langkah Kenny tergesa-gesa menuju kamar di lantai dua di mana Ren dan Rivaille berada. Beruntung dia bisa menahan bocah-bocah itu sampai akhirnya Uri menelepon dan mengatakan tentang ancaman yang sedang mengintai mereka. Ke mana aku harus melarikan kalian? Seandainya saja ... tentu kalian akan lebih aman bersama orang tua kalian.

Pintu didorong terbuka, Kenny mendapati kedua anak itu sedang membaca buku bergambar di atas kasur. Mata mereka memandangnya penasaran sekaligus terkejut. Kenny menarik napas dalam sebelum berderap menghampiri mereka.

The Coordinate : Perfect Sword and ShieldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang