"Angel ... Aaltonen?"
Matahari telah menyembul di ufuk timur saat kedua mobil itu mulai memasuki jantung pegunungan Alpen. Garmisch-Partenkirchen, kota kecil nan indah bak negeri dongeng semula adalah dua tempat berbeda yang dipersatukan. Pada musim dingin seperti ini, daerah yang berada di lereng pegunungan ini akan segera dipenuhi salju tebal dan menjadi tempat sempurna untuk bermain ski.
Cahaya matahari keemasan menimpa permukaan putih. Levi menatap takjub ketika melewati segerombolan anak yang tengah bermain di padang rumput kecil berlapis salju tipis. Mereka berlarian, tertawa, dan menikmati waktu di atas dingin dan lembutnya gundukan salju. Ren dan Rivaille seharusnya juga bisa merasakan kesenangan itu, Levi berpikir dia akan mengajak mereka bermain ski saat salju sudah menebal nanti.
"Sebentar lagi, kita akan sampai." Eren menoleh dan menemukan Levi yang masih sibuk melihat ke luar jendela. "Apa yang kaulihat, Sayang?"
"Eren, bisakah kita meluncur di salju nanti?"
Menyaksikan mata biru kehitaman itu dipenuhi binar menyulitkan Eren untuk menahan senyumnya. Hanya ketika dia bersama Levi atau sekadar memikirkannya saja, hatinya bisa langsung terasa menghangat. Levi Ackerman adalah satu-satunya yang sempurna bagi Eren Jaeger. "Tentu saja." Satu tangan Eren terangkat menyentuh sisi wajah Levi. Ibu jarinya lantas meluncur turun dan jatuh di atas bibir merah yang begitu lembut di sentuhannya. "Kita akan bersenang-senang selama yang kauinginkan."
Eren melirik melalui kaca spion. Mobil Erwin berada tepat di belakang mereka, sedangkan Erwin sendiri tampak sedang berbicara dengan penduduk sekitar. Entah siapa pemilik nama dan alamat yang dicatat pada kertas robekan itu, yang pasti itulah yang harus mereka cari dan temukan di tempat ini. Siapa kau, Angel Aaltonen?
"Rumahnya ada di ujung jalan, berdekatan dengan padang rumput besar," kata Erwin dari luar jendela yang telah diturunkan, "kita hanya perlu mengikuti jalan ini saja."
Beberapa menit sejak mereka kembali menyusuri sisa jalan hingga mencapai ujung yang berseberangan dengan padang rumput besar, Levi akhirnya menapakan kaki di tanah bersalju. Matanya mengamati sekitar dengan perasaan asing seperti saat dia terbangun di hutan beberapa jam lalu. Jika diperhatikan, rumah itu tampak terpisah dari rumah lainnya. Ada sebatang pohon apel di sudut halaman dan tepat di sebelah bangunan rumah kayu yang sederhana itu adalah semacam bengkel untuk membuat perkakas besi. Ya, Angel Aaltonen merupakan seorang pandai besi di kota ini.
"Kelihatannya Angel ini tipe yang penyendiri," komentar Erwin saat pertama kali melihat rumah si pandai besi.
"Pengrajin besi bukan profesi yang penuh ketenangan, dia bisa diprotes tetangganya jika berisik saat waktu tidur."
Saat matahari merangkak naik ke langit, orang-orang semakin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Para pria berburu dan anak-anak mengumpulkan kayu bakar di hutan, sedangkan wanita memasak atau menjual sesuatu di pasar. Toko-toko pun membuka pintu, siap melayani pengunjung. Tanda-tanda kehidupan mulai berdenyut di berbagai titik kota, namun tampaknya butuh waktu sedikit lebih lama agar pemilik rumah itu segera membuka pintu dan jendelanya. Levi merapatkan diri pada Eren begitu menyadari orang-orang yang melintas menatapnya penuh rasa ingin tahu. Meskipun tatapan mereka tidak menyaratkan permusuhan, tetap saja itu membuatnya tidak nyaman.
"Selamat pagi, maaf, ada yang bisa saya bantu?"
Mereka bertiga terperanjat menemukan seorang gadis muda yang berjalan ke arah mereka sambil menenteng keranjang berisi roti dan buah-buahan. Gadis remaja berambut kemerahan dan berkacamata bulat itu tersenyum ceria seraya mendekati Levi yang semakin mengerut dalam dekapan Eren. "Anda sangat cantik. Pantas saja orang-orang penasaran melihat Anda." Senyuman ramah mengembang di wajah lugu itu. "Saya pun belum pernah melihat yang secantik Anda."
Erwin beringsut maju dan menjelaskan maksud kedatangan mereka. "Kami mencari Angel Aaltonen, Anda mengenalnya, Nona?"
"Tuan Aaltonen? Ah, pria itu pasti belum bangun sekarang." Gadis itu berjalan melewati mereka dengan santai lalu berhenti sebentar dan berkata, "nama saya Corina Ilmari, asisten Tuan Aaltonen. Mari ikuti saya."
Eren menarik tangan Levi menyusul Corina, diikuti Erwin yang berjalan paling belakang. Corina membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Bagian dalam rumah itu tidak buruk, walau dari luar terlihat usang tetapi segala isinya jelas terawat dengan baik. Mereka duduk menunggu sementara Corina masuk membawa keranjang. Ada kegaduhan dari dalam rumah, 10 menit kemudian, barulah sang tuan rumah menampakan diri di hadapan tamu tak dikenalnya.
"Kalian ini siapa?" tanya pria pirang sambil menguap lebar tanpa tahu malu.
Bayangan akan sosok anggun dan gemulai penuh tata krama lenyap dalam sekejap. Mereka kira Angel Aaltonen adalah wanita. Faktanya, dia tak lebih dari seorang pria dengan penampilan seperti korban sapuan angin badai. Rambut pirang sebahunya awut-awutan, badan ramping berototnya tertutup kaos longgar kelabu dan sedikit kusam. Lalu ... kelihatannya pria itu mengalami cedera di kaki kanannya sehingga harus ditopang tongkat agar bisa berdiri dengan baik.
"Namaku Erwin Smith. Lalu mereka adalah Eren Jaeger dan Levi Ackerman, kami datang dari Rudesheim am Rhein."
Angel terperangah sekilas sebelum dia berdeham dan mengambil duduk di depan Levi. Pandangan lelaki cantik itu mulai meneliti wajah Angel. Tentunya pria itu akan terlihat benar-benar muda dan tampan seandainya dia mau mencukur janggut di rahangnya. "Ackerman?" gumam Angel pada dirinya sendiri. "Apa hubunganmu dengan si Tua Bangka itu?"
Levi mengernyit bingung. Siapa yang dibicarakan Angel? "Maaf, tapi seseorang meninggalkan pesan untuk kami." Levi menyusurkan robekan kertas di meja. "Apa Anda mengenali tulisan ini?"
Angel menatapnya sekilas lalu tertawa renyah sembari menatap Levi dengan serius. Tepat pada saat itu Corina datang menyajikan teh hitam untuk mereka. Wajah Levi langsung berseri mencium aroma teh hitam yang sangat disukainya. "Kalian seperti buronan yang melarikan diri dari sesuatu," ujar si pirang panjang setelah puas tertawa, "apa tebakanku benar?"
"Kau ini cenayang atau apa?" Eren menyahut, menurutnya Angel terlalu berbelit-belit. "Kami ingin tahu mengapa seseorang mengarahkan kami pada orang aneh sepertimu."
Levi menegurnya sekaligus mencubit perutnya yang keras. "Bersikap sopanlah."
"Nona cantik ini benar, jadilah tamu yang sopan di sini." Angel menyengir lebar dan itu semakin membuat Eren kesal. "Kalau kalian datang jauh-jauh dari Rudesheim, hanya ada dua orang yang mengenalku."
Eren, Levi, dan Erwin saling berpandangan menunggu Angel meneruskan kata-katanya. "Tolong katakan, Tuan Aaltonen, kami hanya ingin mencari anak-anak kami," Levi berbicara dengan kening mengerut memohon.
"Anak? Kira-kira yang mana dari dua Alpha ini yang adalah pasanganmu?"
"Jika kau tidak berniat menjawabnya, kami akan pergi sekarang."
Levi menahan tangan Eren ketika pria itu hendak berbalik pergi. "Aku mohon, Eren."
"Baiklah, sudah jelas," gumam Angel sambil menyugar rambut pirangnya hingga jatuh di bahu, "entah apa yang terjadi pada kalian, tapi aku bisa menunjukan sesuatu."
Apa yang bisa ditunjukan pria berantakan seperti dirinya?
Eren menyandarkan bahu ke punggung kursi dan menarik Levi mendekat dengan mata yang tertuju lurus pada sosok kacau balau di depan mereka. "Kau terkejut saat mendengar nama Ackerman, apa yang kau tahu tentang Ackerman?"
"Aku tahu banyak hal mengenainya." Senyuman sinis melengkung di bibir Angel. "Namun bukan aku yang berhak menjelaskan tentang Ackerman."
"Lantas siapa?"
Angel menarik napas ketika bangkit berdiri dari kursinya dan berujar, "kalian boleh melihat-lihat rumahku sementara menungguku selesai mandi."
Sebelum salah satu dari mereka sempat menyergah, Angel Aaltonen telah menghilang di balik tirai yang melambai-lambai.
***
Jangan lupa dukung fanfiksi ini dengan vote and comment setiap usai membaca. Thanks, dear!
Jepara, 23 Februari 2021
With love,
中原志季
Nakahara Shiki
Edited : Jepara, 2 Agustus 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coordinate : Perfect Sword and Shield
Random[Fanfiction of Shingeki no Kyojin by Isayama Hajime. Mainship : Eren Jaeger x Levi Ackerman] Start : January 26th, 2021 End : April 6th, 2021 Alpha dan Omega Sempurna diturunkan sebagai pengendali konflik antarras di dunia. Mereka diberkati anugerah...
