A Little Guidance

2.1K 318 26
                                        

Apa-apaan dengan kecanggungan ini?

"Eren, mengapa kau bisa begitu tenang?" Levi menatap Eren dari balik celah bulu matanya. Rasanya sangat canggung setiap kali dia ingin mengangkat wajah dan menatap pria itu secara langsung. Kata-kata yang ingin dilontarkannya kini tertahan di balik bibir yang terkatup rapat.

"Katakan saja, Levi."

Meskipun terbata-bata, Levi memaksa suaranya keluar dari tenggorokan. "Ren dan Rivaille ... k-kau selalu terlihat tenang m-meskipun tahu mereka menghilang."

Seulas senyum mengembang di bibir Eren, Levi masih saja bersikap malu-malu sewaktu bersamanya. Kulit wajahnya yang sedikit pucat semula hanya bersemu kemerahan, namun sekarang warna itu tampak lebih pekat dan membuat Eren merasa gemas. "Karena aku tahu mereka baik-baik saja."

Jawabannya langsung menarik perhatian Levi hingga lelaki itu mendongak padanya dan bertanya lagi, "bagaimana kau tahu itu?"

Eren menelan kunyahan terakhirnya lalu meletakkan sendok dan garpu di piring. Wajahnya dicondongkan ke depan, mengikis jarak di antara mereka perlahan sementara satu tangannya terulur mengusap tulang pipi Levi dengan lembut dan tersenyum hangat. "Itu karena mereka anak-anakku, Sayang," ujarnya tanpa menghentikan gerakan ibu jarinya di pipi Levi.

"Aku bisa merasakannya meskipun bukan secara persis tahu, tetapi aku bisa merasakan mereka baik-baik saja. Hanya saja ... sangat jauh." Satu kalimat terakhir yang baru saja keluar dari mulut Eren terdengar dilirihkan seakan dia tidak benar-benar ingin mengucapkannya. Bahkan raut wajahnya pun langsung berubah muram setelahnya dan Levi langsung menyadari perubahan itu.

"Eren, kita bisa menemukan mereka," ucapnya, suara Levi terdengar sangat lembut, sama seperti telapak tangannya yang terangkat membelai pipi Eren.

"Levi." Eren mencoba mengikis lagi batas wajah mereka dan dia pasti sudah meletakkan bibirnya di atas bibir Levi tanpa peduli keadaan jika Carven tidak datang menghampiri meja mereka dan menginterupsi.

"Maafkan kelancangan saya, tetapi jika ada yang bernama Levi Ackerman di sini, saya ingin menyampaikan sesuatu untuk Anda," Carven berkata dengan lugas dan berintonasi datar, kemudian dia beralih dengan jengah kepada Eren, "feromon Anda sangat mengganggu, Tuan, tolong kendalikan."

"Bisa langsung ke intinya saja?" Eren membalas, dia telah menguarkan feromon permusuhan sejak Carven menyebut nama Levi.

Wanita itu menghela napas, kekesalan tergambar jelas di wajahnya yang cantik. "Mari ikuti saya."

Levi yang pertama menyusul Carven, lalu disusul Eren yang masih mempertahankan sikap memusuhinya. Levi berusaha tetap sedekat mungkin dengannya karena tahu seberapa besar sifat posesif Eren. Dia merasa akan sangat merepotkan jika Eren terbakar cemburu walau sedikit saja.

"Kau tidak harus berlebihan seperti itu, Eren."

Satu lengan yang melingkari pinggang Levi menunjukkan betapa keras kepalanya Eren. Levi mengerti dari mana Ren mewarisi sifat keras kepala, anak itu ... dia benar-benar Eren dalam versi bocah lima tahun.

Carven berhenti di depan sebuah pintu kayu dan berbalik menghadap mereka. "Silahkan masuk."

"Ada siapa di dalam?"

"Sebaiknya Anda melihat sendiri, saya permisi." Carven langsung melenggang melewati mereka tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.

Mereka mengawasi punggungnya sampai lenyap di belokan, Eren mendecih sebelum Levi menepuk bahunya, "ayo, masuk." Levi membuka pintu yang tak dikunci lalu menyelinap masuk diikuti Eren, mereka sama-sama mengernyit mendapati ruangan kamar itu kosong tanpa ada siapa pun di sana.

The Coordinate : Perfect Sword and ShieldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang