Telapak tangannya menyusup ke dalam kain satin mengelus punggung Levi yang sedikit gemetar kedinginan ketika Levi mengaitkan satu kaki di pinggulnya dan kedua lengan melingkari sekitar lehernya. Bibir mereka saling menekan dan menubruk satu sama lain, berupaya mencecap rasa manis dan hangat dengan rakus sampai mereka nyaris kehabisan napas.
Air beriak di sekitar mereka, dedaunan bergemerisik dari pucuk-pucuk ranting. Salju semakin gencar berjatuhan menimpa segalanya. Dunia mereka masih diselubungi kegelapan, tersisa beberapa jam lagi menuju cahaya fajar. Eren menatap lapar pada Levi yang benar-benar kacau dengan bahu tersingkap dan bibirnya membengkak kebas. Mata segelap malam itu balas memandangnya sayu. Sangat cantik dan menawan hingga menyulut hasratnya seolah Levi menantangnya melalui sorot mata itu.
Ketika Eren menyentuh kulit di bahunya, sengatan panas yang bergetar langsung terasa di setiap ujung jarinya. Levi kembali merengkuhnya dalam ciuman liar. Menuntut juga lembut. Sementara itu, Eren membeku sesaat tatkala tubuhnya turut memanas mengikuti Levi yang mulai tersengal-sengal. Waktu yang sempurna, di saat Eren memasuki rut, Levi juga mengalami heat. Eren tersenyum membayangkan kehadiran Jaeger kecil lagi di keluarga mereka. Ren dan Rivaille akan sangat senang jika mereka punya adik.
Tetapi apakah aku masih sempat melihatnya nanti?
Tiba-tiba bayangan indah itu bertukar dengan rencana di mana Eren mempertaruhkan nyawanya demi menciptakan dunia yang damai untuk Levi dan anak-anaknya. Karena jika mengikuti ide Zeke itu berarti mengorbankan Levi, maka Eren tetap menolaknya. Sudah cukup orang-orang yang dicintainya hidup dalam ancaman.
Begitu besar luka hati yang ditinggalkan pendahulu kami, juga pada keturunan yang selamat. Akibatnya, kami pun harus menanggung kebencian mereka. Bahkan lebih dari itu.
Eren melenguh ketika Levi menekan titik gairahnya berpusar dengan lututnya. "Apa yang kaupikirkan?"
"Tidak ada." Sangat mudah untuk menciptakan senyum palsu bagi Eren. "Di sini sangat panas walau musim dingin."
Senyuman Levi selalu berarti ketulusan dan cinta yang murni. Sebaliknya, Eren hanyalah kutukan bagi Levi. Setidaknya itulah yang diyakininya saat ini. Tetapi untuk kali ini saja, Eren ingin menumpahkan seluruh cinta yang dimilikinya kepada Levi dan menjadikan malam ini sebagai titik penghabisan perasaannya.
"Eren, aku ..."
"Aku tahu." Kedua lengannya menopang bobot Levi yang tidak seberapa lantas membawanya kembali masuk ke kabin langsung menuju kamar mereka.
Sangat kurang ajar apabila mengabaikan ranjang putih bersih di bawah jendela. Eren membaringkan Levi di permukaan lembut itu lalu mengungkungnya setelah melepaskan sisa pakaian dari tubuhnya. Saat itulah Levi memerah dalam sekejap karena bagian lain tubuhnya kini berdenyut panas dan merongrong untuk dipenuhi.
Levi telah beberapa kali melihat kesempurnaan tubuh Eren. Punggungnya yang kuat, dadanya yang bidang, perutnya yang keras, setiap lekukan otot di tubuhnya yang bersemu kecoklatan itu tidak pernah berhenti memancarkan pesona yang menakjubkan. Ramping namun jantan dan beraroma seks yang luar biasa. Levi dilanda kikuk meski ini tidak akan menjadi percintaan mereka yang pertama.
"Kau tidak ingin mengatakan apa-apa?" Levi bertanya tepat sebelum Eren menyerang lehernya.
"Apa yang ingin kaudengar?"
"Semuanya."
Eren mengernyitkan dahi tanpa melepaskan pandangan dari Levi yang telentang di bawahnya. Aroma feromon Levi terasa lebih kuat dari sebelumnya. Memabukan dan amat menggiurkan. Mungkin inilah masa kemekarannya. Levi akan segera menjadi omega sempurna seutuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coordinate : Perfect Sword and Shield
Acak[Fanfiction of Shingeki no Kyojin by Isayama Hajime. Mainship : Eren Jaeger x Levi Ackerman] Start : January 26th, 2021 End : April 6th, 2021 Alpha dan Omega Sempurna diturunkan sebagai pengendali konflik antarras di dunia. Mereka diberkati anugerah...
