Seharusnya dia sudah bosan di kamar yang hanya berisi satu ranjang, nakas, lemari pakaian, dan meja bercermin. Sementara itu, di luar kaca jendela berselimut salju tipis ada Eren sedang bermain lempar bola salju dengan Ren dan Rivaille. Hah, ayah dan anak-anaknya itu ... mereka sangat manis.
Levi mendesah resah yang kesekian kali. Keinginannya untuk bergabung dengan mereka semakin membuncah, namun mengingat apa yang dikatakan Eren waktu itu di ruang bawah tanah langsung menahannya tetap diam dan menunjukan sikap memusuhi pada Eren. Bukan ini yang kuinginkan!
Eren tampak ceria dari jauh, namun Levi hanya tidak tahu bahwa Alpha-nya itu sedari tadi kehilangan separuh konsentrasinya karena terabaikan olehnya. Levi tidak sadar ketika Eren terkena lemparan bola salju Rivaille, saat itu dia sedang memikirkan dirinya yang tak kunjung membuka pintu kamar untuknya.
Jika Levi mau menyingkirkan rajukannya, dia benar-benar merindukan Eren yang selalu memeluknya saat tidur atau menciumnya begitu hangat pada esok harinya. Demi apa pun, dia merindukan sentuhan Eren dengan sangat membara.
Seseorang mengetuk pintu. Levi melompat turun dan membuka pintu, sedikit mengejutkannya bahwa itu adalah Mikasa. "Boleh aku masuk?" Ekspresi dingin yang sangat dikenali Levi itu ... Mikasa tidak pernah menggunakannya di depan anak semata wayangnya.
Levi mundur memberinya jalan lantas mereka duduk di pinggir ranjang dan terdiam beberapa saat. Kemudian Mikasa membuka mulut, "dia sangat menderita." Terperanjat. Levi penasaran, siapa yang dibicarakannya? Namun Levi tetap diam mendengarkan sementara Mikasa melanjutkan kata-katanya.
"Eren ... dia selalu saja memikirkanmu sepanjang waktu, dari dulu."
Woah, apa yang dikatakannya itu? Levi tak bisa mencegah semburat merah membanjiri wajahnya sampai telinga. Dia melirik pada sosok pria berambut coklat sebahu yang sedang melempari dua bocah dengan bola-bola salju dan bermain-main.
"Bagimu, dia memang layak disebut bajingan. Pergi begitu saja setelah yang terjadi waktu itu," Mikasa mengambil jeda tiga detik lalu meneruskan, "tetapi dia tidak benar-benar bajingan, maksudku, Eren masih memikirkanmu waktu itu. Dia ingin menemuimu, lalu ketika kau menghilang apa kau tahu bagaimana reaksinya?
Eren benar-benar kalut dan khawatir, kalian bercinta saat kau sedang heat dan dia dalam masa rut, semua orang tahu tingkat kehamilannya akan sangat tinggi, itu semakin membuatnya frustasi. Eren sudah menduga kau akan mengandung anaknya, karenanya dia memintaku mencari keberadaanmu.
Sesekali Eren juga pergi mencarimu sendiri, dia tidak pernah bermaksud untuk melakukan itu padamu, dia hanya ... terhambat sesuatu."
Levi mengernyit, "terhambat apa?"
"Sebelumnya Eren akan dijodohkan dengan Historia Reiss, namun wanita itu menolaknya dan membawa kekasihnya, Ymir. Ayahnya marah besar lalu mengancam akan menyusul ke Prancis apabila Eren tidak segera menemui mereka.
Tak ada yang tahu bagaimana Rod akan mencarinya jika melaksanakan ancaman itu, tetapi dia orang yang punya kekuasaan dan apa saja untuk meluluskan keinginannya. Tentu saja Eren tak ingin mengambil risiko kau akan terlibat dalam masalah itu karena kami semua tahu seperti apa sifat Rod Reiss.
Dia tidak sempat berbicara denganmu sebelum kembali ke Jerman, kuharap kau bisa mengerti mengapa dia pergi terburu-buru, Eren sangat mencemaskanmu di masa depan. Sampai keadaan pulih dan Rod Reiss tidak lagi mendesaknya, Eren berusaha mencarimu ke Prancis. Tapi sayangnya, kau sudah pergi tanpa meninggalkan jejak.
Eren sangat mencintaimu, jadi tolong maafkan dia."
Alih-alih menjawab, Levi tercenung membayangkan seperti apa Eren pada masa itu. Eren begitu mencintai dirinya, Levi sangat tahu itu. Dia sudah memaafkan Eren untuk itu juga berusaha melupakannya. Namun, saat ini bukan itu masalahnya. "Aku sudah melupakannya, tetapi, Mikasa, bagaimana bisa dia malah menyuruhku berpaling pada pria lain?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coordinate : Perfect Sword and Shield
Aléatoire[Fanfiction of Shingeki no Kyojin by Isayama Hajime. Mainship : Eren Jaeger x Levi Ackerman] Start : January 26th, 2021 End : April 6th, 2021 Alpha dan Omega Sempurna diturunkan sebagai pengendali konflik antarras di dunia. Mereka diberkati anugerah...
