Sebegitunya kau ingin lari;
kau kehilangan nyawa pada
ingar bingar sebuah pesta.
Jiwamu berlanglang; aksa
sedang ragamu mati-matian
beradegan; mengulum senyum dan
meramu kalimat hingga tersuguh
sepiring lelucon yang disantap
dengan bangga oleh bibir-bibir
merah muda.
Sebegitunya kau ingin kembali
ke tempat biasa kau berlayar; hanya ada dirimu dan sunyi dengan teliti
kau rakit hingga menyusun kebisingan
nyaman di telingamu: letupan kembang aksara tiada jeda menghiasi nabastala sanubari yang sempat hampa.
Sebegitunya kau ingin sembunyi
Menambal segala celah rapat-rapat
dari pandang, dengar, ucap serta
segala hal yang membikin kau penat;
dan dalam sunyi-sunyi itu, sendirian kau berdetak hangat.
Melibur, 15 Maret 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoetrySeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
