Anak kecil dalam diriku
ini sedang tersedu-sedu, Ibu
Sebuah kabar membuatnya termangu
Lalu ia menyuguhkan cubit di hati;
mengira ia sedang dijamu mimpiSakit, sakit sekali: terpantik api yang membakar dirinya; ia tak sanggup bersuara sementara jiwanya melanglang aksa
Selepas sembahyang, ibu mengecup penuh sayang; pipiku yang basah, ibu merajut langkah
Yang hilang taut dari
pandang-pandangku nelangsa
Yang terenggut gulir masaApi itu padam, sedu itu tenggelam
Kini anak kecil dalam diriku menjadi abu
Yang menyimpul harap meninggi
bersama bayuMenemuimu
Melibur, 08 April 2021

KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.