Tak dengarkah kau, riuh isi kepala manusia-manusia menebar senyum itu?
Lontar puja-puji, tanam caci-maki
Lalu, tibalah mereka berkehendak
Yang satu mesti begini, yang lain harus begitu
Yang ini harus selamat, yang itu biar sekarat
Yang ini perlu disayang, yang itu harus dibuang
Yang ini wajib dicinta, yang itu harus dihina
Orang baik memberi untung
Orang jahat menumpuk rugi
Tak sadarkah kau, depan-belakang kiri-kanan atas-bawah
Tubuh kita terbungkus kata-kata, ditulis mata-mata ciptaan Tuhan yang pongah ingin menjadi tuhan
Dan aku, dan kau
Kita juga kah manusia-manusia itu?
Melibur, 27 September 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
