Dan sudah semestinya kita terbangun
dari mimpi-mimpi panjang,
perihal kita yang bukan ahli
mensiasati hati.
Ikat itu lepas: kau bebas,
tungkaiku kebas.
"Kita sama-sama kalah," gemamu yang aksa.
Tidak, kau selalu menjadi pemenang
sebab hatimu milikmu; utuh.
Akulah kalah; hatiku yang kian
meremuk masih menyimpan namamu meski sesengguk-sengguk.
Melibur, 01 April 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
