Sayangku, betapa hidup ini semakin tak mudah untuk diatur langkah oleh seorang perindu; yang di jantungnya mekar sepanjang masa sekuntum nama dan jemarinya menumbuhkan pohon-pohon puisi tiada berhingga sepanjang hirupnya.
Ia merawat ingatan supaya kekasihnya tetap di sisinya sampai satu persatu hela napas pamit dari diri.
Sayangku, seorang perindu itu akan terus menulismu: perihal senyummu menyejukkan sebuah amarah, suaramu mengutuhkan kembali sebuah runtuh dan segala perihalmu senantiasa abadi melekap di sebuah sanubari.
Tiada henti, ia akan terus menulismu meski langkahmu kian aksa, sebab hanya dengan begitu dirinya akan selalu merasa baik-baik saja.
Melibur, 27 Maret 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
