Yang aku benci dari hujan ialah kenanganmu yang melembak di segara merah dalam tubuhku; tak dapat kutahan lagi setelah bertahun-tahun bertahan.
Yang aku benci dari hujan ialah gemuruh sanubariku yang tiada jeda menggelegarkan namamu.
Yang aku benci dari hujan ialah rintik-rintik yang merengkuh dedaunan itu seolah-olah sedang meniru suaramu, kaca jendelaku yang dikecup tempias seakan-akan melukis wajahmu dan siut angin menjelma langkah-langkahmu di sebuah taman masa lalu.
Yang aku benci dari hujan ialah aku; selalu kalah saban diterjang gelebah, dan tak bisa apa-apa untuk membawamu kembali ke dalam bingkai netra.
Melibur, 16 Maret 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
