Sepasang mata itu tengah mencari seseorang yang saban bertamu membawa sebingkis kisah: mengabadi terpajang di dinding ingatannya.
Hati sepasang mata itu masih membatu: mengingkari perihal seseorang yang takkan pernah lagi bertamu.
Mulut-mulut manusia itu pembohong besar! Telinganya disumpal asa terus-menerus.
Segara mengamuk, memukul seseorang pengisah itu sampai ambruk. Cerita tentang rembulan menyusun rencana bertemu matahari takkan pernah tersuguh ke telinga seseorang yang tiada alpa menanti.
Melibur, 26 Maret 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoésieSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
