Malam-malam dikalungi kesepian, Kekasih
Gemintang terlelap di pangkuan mimpi-mimpi
Di dadaku, kau terkalung sebagai kata-kata yang bingung harus bersuara ke mana; ke suara-suaramu yang kian aksa atau ke sebuah batu yang memahat sebuah nama.Dan aku tak ingin terlelap; meski sekejap saja
Siapa tahu, saat mataku terpejam, kau diam-diam
Mengirimkan isyarat paling halus di telinga
Tapi kuharap ia merasuk ke dalam diriku yang belum juga berhenti menunggumu sampai pucuk-pucuk malam;Lahir sebagai detik-detik yang lugu; yang jernih mengamini doa-doa yang tak putus-putus terbang seiring tumbuhnya sulur-sulur; hasta demi hasta.
Melibur, 09 Mei 2021

KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoesíaSeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.