Tunduk-bincang, lalu-lalang. Manusia-manusia sibuk mencerna kepala sendiri. Beberapa ingin pulang, gundah pada waktu yang tak mau berlari. Beberapa tak berjeda terbang kabar meski di sini ia tengah terbakar. Hati manusia rapuh, terkikis habis lalu meluruh. Saling tunggu sampai lesap jadi debu.
Pekanbaru, 2 Oktober 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelum Malam-Malam Tanggal
PoetrySeketika aku semacam gigil dedaunan yang bergeletuk direngkuh embun, dan kau tangkai-tangkai waktu kering; terpanggang musim-musim hilang yang panjang.
