Part 23

156 17 0
                                        

Setelah dilakukan transfusi darah, kondisi Mila mulai membaik.

" Syukurlah, pasien berhasil melewati masa kritisnya." ucap dokter.

" Terima kasih dok, apa boleh saya menemui - nya?" tanya Kevin.

" Silahkan, tapi saat ini kondisinya masih lemah biarkan dia istirahat." jawab dokter.

" Baik,terima kasih." sahut Kevin.

" Sama - sama, saya permisi." ucap dokter tersenyum.

Setelah dokter tersebut pergi, Kevin bergegas masuk menemui sang istri.

" Sayang... maaf tidak seharusnya aku meninggalkan mu di saat seperti ini, terima kasih kau masih mau bertahan untukku." ucap Kevin  mencium tangan istrinya cukup lama.

" Sayang... aku baik-baik saja , maaf sudah membuat mu khawatir." jawab Mila tersenyum.

" Oke lupakan saja tapi berjanjilah kau tidak akan melakukannya lagi." sahut Kevin.

" Iya, aku janji." jawab Mila.

" Cepat sembuh ya sayang, aku tidak ingin kau berada jauh dariku." sahut Kevin mencium kening istrinya.

" Pasti sayang, aku merindukanmu." ucap Mila tersipu.

" Tidak perlu malu sayang, aku juga merindukanmu." jawab Kevin sengaja menempelkan bibirnya ke bibir sang istri, merasa tidak ada penolakan Kevin  tersenyum dan segera mencium bibir istrinya.

" Astaga,apa yang kalian lakukan." ucapan Marissa mengejutkan keduanya.

" Ma..ma....maaf kami tidak sengaja." jawab Kevin.

" Lain kali hati-hati, bagaimana jika perawat atau dokter yang masuk,apa yang akan kalian katakan." sahut Marissa tersenyum.

" Iya maaf." jawab Mila.

" Ayo sarapan." ajak Marissa.

" Ide bagus, kebetulan aku sedang lapar, kamu mau apa sayang?" tanya Kevin.

"  Tidak, kalian saja , aku masih ingin tidur." jawab Mila.

" Oke, selamat tidur sayang." sahut Kevin lalu mencium kening istrinya.

" Sayang setelah makan,mama ingin menanyakan sesuatu." ujar Marissa.

" Iya tapi maaf kita tidak akan membicarakan masalah itu sebelum Mila benar-benar sembuh."  jelas Kevin.

" Baiklah jika itu keputusan mu,mama  hanya bisa mendoakan yang terbaik." sahut Marissa.

" Terima kasih doanya,maaf jika masalah ini membuat mama kecewa." ujar Kevin.

" Tidak,mama yakin masalah ini hanya salah paham." sahut Marissa.

Tiba-tiba ponsel Kevin berdering,

" Halo... dimana Mila dia baik-baik saja?" tanya Mita sinis.

" Kami sedang bersama,Mila baik-baik saja." jawab Kevin.

" Jika kamu ada waktu datanglah ke Bandung, saya tunggu."  sahut Mita.

" Baik, kami juga sedang mengatur waktu. " ujar Kevin.

" Oke, terima kasih." jawab Mita mengakhiri panggilannya.

" Ada apa sayang?" tanya Marissa penasaran.

" Tidak ada apa-apa, mama ingin kami berkunjung ke Bandung."  jawab Kevin.

" Oke,mama doakan Mila segera sembuh agar masalah ini bisa segera di selesaikan." sahut Marissa memeluk putranya.

TerlambatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang