Setelah dilakukan transfusi darah, kondisi Mila mulai membaik.
" Syukurlah, pasien berhasil melewati masa kritisnya." ucap dokter.
" Terima kasih dok, apa boleh saya menemui - nya?" tanya Kevin.
" Silahkan, tapi saat ini kondisinya masih lemah biarkan dia istirahat." jawab dokter.
" Baik,terima kasih." sahut Kevin.
" Sama - sama, saya permisi." ucap dokter tersenyum.
Setelah dokter tersebut pergi, Kevin bergegas masuk menemui sang istri.
" Sayang... maaf tidak seharusnya aku meninggalkan mu di saat seperti ini, terima kasih kau masih mau bertahan untukku." ucap Kevin mencium tangan istrinya cukup lama.
" Sayang... aku baik-baik saja , maaf sudah membuat mu khawatir." jawab Mila tersenyum.
" Oke lupakan saja tapi berjanjilah kau tidak akan melakukannya lagi." sahut Kevin.
" Iya, aku janji." jawab Mila.
" Cepat sembuh ya sayang, aku tidak ingin kau berada jauh dariku." sahut Kevin mencium kening istrinya.
" Pasti sayang, aku merindukanmu." ucap Mila tersipu.
" Tidak perlu malu sayang, aku juga merindukanmu." jawab Kevin sengaja menempelkan bibirnya ke bibir sang istri, merasa tidak ada penolakan Kevin tersenyum dan segera mencium bibir istrinya.
" Astaga,apa yang kalian lakukan." ucapan Marissa mengejutkan keduanya.
" Ma..ma....maaf kami tidak sengaja." jawab Kevin.
" Lain kali hati-hati, bagaimana jika perawat atau dokter yang masuk,apa yang akan kalian katakan." sahut Marissa tersenyum.
" Iya maaf." jawab Mila.
" Ayo sarapan." ajak Marissa.
" Ide bagus, kebetulan aku sedang lapar, kamu mau apa sayang?" tanya Kevin.
" Tidak, kalian saja , aku masih ingin tidur." jawab Mila.
" Oke, selamat tidur sayang." sahut Kevin lalu mencium kening istrinya.
" Sayang setelah makan,mama ingin menanyakan sesuatu." ujar Marissa.
" Iya tapi maaf kita tidak akan membicarakan masalah itu sebelum Mila benar-benar sembuh." jelas Kevin.
" Baiklah jika itu keputusan mu,mama hanya bisa mendoakan yang terbaik." sahut Marissa.
" Terima kasih doanya,maaf jika masalah ini membuat mama kecewa." ujar Kevin.
" Tidak,mama yakin masalah ini hanya salah paham." sahut Marissa.
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering,
" Halo... dimana Mila dia baik-baik saja?" tanya Mita sinis.
" Kami sedang bersama,Mila baik-baik saja." jawab Kevin.
" Jika kamu ada waktu datanglah ke Bandung, saya tunggu." sahut Mita.
" Baik, kami juga sedang mengatur waktu. " ujar Kevin.
" Oke, terima kasih." jawab Mita mengakhiri panggilannya.
" Ada apa sayang?" tanya Marissa penasaran.
" Tidak ada apa-apa, mama ingin kami berkunjung ke Bandung." jawab Kevin.
" Oke,mama doakan Mila segera sembuh agar masalah ini bisa segera di selesaikan." sahut Marissa memeluk putranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terlambat
RomancePerjalanan cinta memang tak selamanya berakhir indah tetaplah kuat menjalani hidup karena kebahagiaan yang sesungguhnya berasal dari diri sendiri
