Sesampainya di ruang keluarga,Kemil duduk berdampingan.
" Ada apa ma?" tanya Kevin penasaran.
" Sebelumnya mama minta maaf jika cerita ini akan menyakiti perasaanmu tapi sudah saatnya kamu mengetahui hal ini." ujar Marissa
Baca diary ini mama tidak sanggup untuk menceritakannya.
Waktu SMA,mama punya sebuah geng yang terdiri dari 3 siswi 2 siswa, persahabatan yang terjalin sangat menyenangkan sampai akhirnya tumbuh perasaan cinta diantara mama dan salah satu siswa tersebut, ketika kuliah mama juga bertemu dengannya.
Suatu malam kami tidak sengaja melakukan sesuatu yang terlarang hingga mama hamil, lelaki itu siap bertanggung jawab namun sayangnya dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Di hari yang sama,Oma dan opa kamu datang dengan seorang pria untuk di nikah dengan mama,tak ada pilihan selain menerima pernikahan tersebut demi menjaga nama baik keluarga.
Dia pria yang baik dan penyayang tapi hati mama hanya untuk satu orang yaitu Mondy Martadinata.
Beberapa bulan kemudian, kehamilanku mulai membesar, aku memutuskan untuk jujur pada suamiku tapi ternyata kejujuran ku berbuah pengkhianatan, suami pergi entah kemana hingga aku harus melahirkan seorang diri.
Setelah semua perjuangan yang ku lakukan tuhan kembali mengambil kebahagiaan ku, anakku meninggal dan aku di vonis tidak bisa hamil lagi.
Saat itu benar-benar hancur, bahkan aku sempat di rawat di rumah sakit jiwa selama beberapa bulan.
6 bulan kemudian suamiku kembali membawa harapan baru untuk rumah tangga kami, aku pun menerima dengan senang hati karena aku pikir dia tidak salah dia hanya korban dari keegoisan keluarga ku.
Demi menyelamatkan rumah tangga kami,mama mengadopsi anak laki- laki yang kami beri nama Kevin Adriansyah.
Jadi, aku bukan anak kandung mama gumam Kevin dengan mata berkaca-kaca.
" Lalu dimana orang tua ku?" tanya Kevin lagi
" Mama tidak tahu sayang, ibu panti menemukan mu di sebuah kardus dengan sepucuk surat, maafkan mama sayang tolong jaga anak saya. jawab Marissa memeluk putranya sambil terisak.
Syukurlah dugaan ku salah, Kevin bukan saudaraku terima kasih sudah mau menjelaskan semuanya,tapi kenapa ada foto papa di rumah ini,apa mama adalah wanita penggoda itu, tidak ini tidak mungkin. gumam Mila semakin penasaran.
" Sayang sudah jangan sedih, kamu beruntung memiliki mama Marissa,dia sangat baik dan menyayangi mu dengan tulus, lupakan semuanya." ucap Mila berusaha menenangkan suaminya.
" Tapi sayang kenapa mereka tega membuang ku,apa salahku." gumam Kevin sedih.
" Tidak ada yang salah semua ini takdir hidup mu,jalani saja, aku selalu ada untukmu." jawab Mila.
" Terima kasih sayang,ayo kita makan." sahut Marissa.
" Ya." ucap Mila.
Sayang, maaf ternyata mama tidak berani untuk mengatakan kebenarannya. gumam Marissa dalam hati.
Sejak cerita malam itu,sikap Kevin berubah,ia bahkan sering meninggalkan rumah dan pulang larut,tak ingin hal tersebut mengganggu kesehatan mertuanya ,Mila berencana mempercepat kepindahan mereka ke rumah baru dengan harapan suaminya bisa berubah seperti dulu.
Kini setiap hari Mila selalu menyempatkan waktu datang ke rumah baru sekaligus mengisi beberapa perabotan rumah , seperti tempat tidur,almari dan beberapa alat dapur.
Good job, aku rasa weekend ini, kami bisa menginap di sini semoga saja dia setuju. gumam Mila dalam hati sambil tersenyum.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, Mila bergegas pulang,15 menit kemudian Mila sampai bersamaan dengan kedatangan suaminya.
" Dari mana saja kamu?" tanya Kevin sinis.
"Aku ada urusan sebentar." jawab Mila.
" Urusan apa, aku tidak suka kamu keluar rumah tanpa ijinku." sahut Kevin.
" Oke aku minta maaf,kita lanjutkan pembicaraan ini di dalam." ucap Mila.
" Baiklah jika itu maumu." ujar Kevin menarik tangan Mila dan membawanya ke kamar.
" Oke jawab pertanyaan ku sekarang juga dari mana kamu? " tanya Kevin.
" Rumah kita." jawab Mila singkat.
" Benarkah tapi kenapa hari ini kau mengabaikan ku?" tanya Kevin lagi.
" Percayalah, ini alasannya, ponsel ku tertinggal di meja di rias." jawab Mila.
" Sejak kapan kamu meninggalkan rumah?" tanya Kevin penuh selidik.
" Berhenti mencurigai ku, aku paham batasan ku dan aku tidak akan pernah mengkhianati janji pernikahan kita." jawab Mila mulai emosi.
" Sayang maaf aku tidak bermaksud curiga padamu hari ini terlalu banyak masalah di kantor, Nasya datang dan mengatakan hal buruk tentang ku dan perusahaan akibat 2 client melayang." ujar Kevin
" Sabar, aku yakin kamu bisa,soal Nasya biarlah waktu yang menjawabnya, aku bersamamu." ucap Mila.
" Ya jangan tinggalkan aku, saat ini hanya kamu yang ku percaya." jawab Kevin sambil meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.
" Tidurlah,jaga kesehatan jangan sampai drop lagi." sahut Mila sambil membelai rambut suaminya.
Ternyata kamu, tidak sekuat yang ku bayangkan, aku janji akan bersamamu dalam suka dan duka. gumam Mila dalam hati lalu mencium kening Kevin.
Melihat keadaan mu seperti ini mama semakin tidak tega mengatakan semuanya. gumam Marissa dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa di sadari ternyata Mila melihat mertuanya berdiri di depan pintu,ia memindahkan kepala suaminya pada bantal lalu mengejar mertuanya.
" Ma tunggu tolong katakan apa yang terjadi, kenapa mama menatap Kevin dengan pandangan yang berbeda?" tanya Mila.
" Mama merasa bersalah karena menyembunyikan masa lalu Kevin,dia pasti kecewa." jawab Marissa.
" Kecewa itu pasti tapi aku percaya kasih sayang mama akan mengobati luka hatinya,temui dia urusan dapur serahkan pada ku." sahut Mila bersemangat.
" Terima kasih banyak sayang, jujur mama sangat merindukan moment ini." ucap Marissa bergegas ke kamar Kevin.
Ketika berada di dekat putranya, bayangan masa lalu kembali muncul, suatu hari saat hujan lebat tiba-tiba ada seorang wanita datang sambil menggendong seorang bayi, tolong selamatkan anakku , aku tidak ingin dia merasa malu memiliki orang tua seperti ku. jelas orang tersebut
" Tunggu apa maksudmu, anak ini tidak bersalah dan kenapa kamu ingin menitipkannya padaku lagi pula kita tidak pernah bertemu sebelumnya tanya Marissa.
"Namaku Lydia, kita memang tidak pernah bertemu tapi saya yakin anda orang tepat untuk mendidik dan merawat putraku jadikan dia orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain, setelah ini saya mohon jangan katakan apapun tentang saya atau kejadian hari ini selamat tinggal sayang maaf kan mama. "
ucap Lydia mencium kening putranya berulang kali sebelum di berikan pada Marissa.
Sejak kehadiran Kevin hidup Marissa terasa sempurna.
Satu tahun kemudian Adriansyah pulang ke rumah.
" Papa." ucap Marissa menyambut kedatangan suaminya sambil menggendong seorang bayi laki-laki
" Anakku, welcome to the world sayang ujar Adriansyah tersenyum bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terlambat
RomancePerjalanan cinta memang tak selamanya berakhir indah tetaplah kuat menjalani hidup karena kebahagiaan yang sesungguhnya berasal dari diri sendiri
