Part 38

244 20 0
                                        

" Baik, terima kasih,saya harap kerja sama ini bisa berjalan sesuai rencana." ucap Anggika tersenyum.

" Ya sama-sama, terima kasih atas kepercayaannya." jawab Mila sambil menjabat tangan Anggika.

" Kalau begitu saya permisi." sahut Anggika.

" Ya." jawab Mila.

" Meeting selesai,mana hadiah ku?" tanya Mila menghampiri suaminya.

" Sabar sayang, sebaiknya  hubungi Amel tanyakan apa jadwal mu hari ini sudah selesai." jawab Kevin.

" Ya kamu benar sekarang aku punya tanggung jawab baru dan itu sangat melelahkan." sahut Mila.

" Apa maksud kamu, jangan bicara seperti itu, hadapi semuanya dengan ikhlas aku percaya bisa." ujar Kevin

" Jujur akhir-akhir ini, aku sering merasa mudah lelah lagipula sampai kapan aku harus menyembunyikan hal ini. " ucap Mila dengan mata berkaca-kaca.

" Tidak lama lagi sayang, setelah proyek baru  kita selesai, aku akan pindahkan kantor pusat ke Singapura." jawab Kevin.

" Emang bisa?" tanya Mila.

" Setahuku bisa, nanti coba tanyakan pada pihak yang lebih mengerti." jawab Kevin.

Tiba-tiba ponsel Mila berdering.

" Maaf, jika meeting selesai ibu di minta segera kembali ke kantor, terima kasih." ucap Amel.

" Baik." jawab Mila.

" Kita harus kembali ke kantor." ucap Mila.

" Siap bos." jawab Kevin tersenyum.

10 menit kemudian mereka sampai,keduanya terkejut melihat Mita sudah menunggu di lobby kantor.

" Mama,kita bicara di ruangan ku." ucap Mila.

" Bagus itu yang mama tunggu." jawab Mita tersenyum.

" Kedatangan mama ke sini adalah untuk memperkenalkan Mila pada calon suami barunya, silahkan masuk." ujar Mita.

" Terima kasih tante, selamat siang Mila,apa kabar?" sapa Martin ramah.

" Kamu,kita bicarakan ini di rumah, sekarang lebih baik kalian pergi." jawab Mila sinis.

" Mila kamu tega mengusir mama?" sahut Mita dengan mata berkaca-kaca.

" Cukup jangan hancurkan harga diri ku di depan karyawan, oke kita pulang ." jawab Mila.

" Amel kalau masih ada jadwal meeting tolong kamu atur ulang,kami harus segera pulang. " sahut Kevin.

" Baik pak." jawab Amel.

20 menit kemudian mereka tiba di rumah.

" Apa yang mama lakukan, bukankah kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya?" tanya Mila sedikit emosi.

" Iya,tapi tidak ada salahnya untuk saling mengenal siapa tahu jodoh." jawab Mita tersenyum.

" Aku tahu maksud mama baik tapi kenapa secepat ini,apa mama tidak percaya dengan ucapan kami." sahut Mila.

" Mulut bisa bilang tidak tapi hati kalian masih saling terhubung,mama hanya ingin kamu keluar dari masa lalu dan mulai menatap masa depan yang lebih baik." ujar Mita

" Oke, kali ini aku turuti keinginan mama tapi tolong  setelah ini jangan paksa aku." sahut Mila.

" Iya, mama tidak akan memaksa terima kasih sayang." jawab Mita tersenyum bahagia.

" Kamu tidak mau dipaksa oke mama sudah siapkan rencana lain." gumam Mita dalam hati sambil tersenyum penuh arti.

" Halo,  mulai besok kamu bisa mendekati anak saya." ucap Mita

TerlambatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang