-Rasanya seperti diterbangkan keatas langit lalu tiba tiba dihempaskan kedasar jurang-
Happy reading 🌸
Menaruh satu satunya harapan yang tersisa pada seseorang bukanlah hal yang mudah bagi Clara, menjadi Saka sebagai tujuan terakhirnya ternyata bukan pilihan yang tepat. Saat ini mungkin Saka akan sama seperti laki laki pada umumnya yang meninggalkan setelah mendapatkan hati wanita yang dia inginkan.
Merasa terabaikan bukan hal yang asing baginya tapi diabaikan seperti ini oleh Saka rasa sakit itu menjadi bekali kali lipat. Tau rasanya diacuhkan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai tempat tujuan terakhir? Sakit bahkan mungkin ini akan menjadi sangat sakit bagi Clara terlebih dia sudah berkali kali terpatahkan.
Yaa, mungkin saat ini memang hubungan antara dirinya dengan Saka hanya sebatas menjaga perasaan satu sama lain dan mambuka hati satu sama lain. Tapi dengan keadaan yang seperti tiba tiba memberi jarak antara keduanya, mengapa menjadi sangat mengecewakan bagi hati Clara ?
Clara menaruh beberapa minuman dingin didalam box yang sudah diisi dengan beberapa es batu untuk membuat minuman itu menjadi lebih dingin, Lalu mendekati Mentari dan Shasya yang sedang sibuk menyusun tempat duduk beserta karpet kecil untuk mereka bersantai dan menikmati malam dihiasi lampu lampu kecil yang mengelilingi halaman belakang rumah Clara.
"Gimana bagus gak" tanya mereka pada Clara yang sedang memantau,Clara mengacungkan jempol dengan senyum merekah dibibirnya
"Gimana Saka dia mau dateng?" Clara menggeleng
"Gue gak tau, chat gue bahkan cuman dia read. Yaudah lah ya kita have fun aja" Jawabnya
"Woyy gue bawa snack nii"
semua mata langsung tertuju pada Roy yang baru saja berteriak seraya mengacungkan 2 kantong besar yang berisi makanan ringan untuk mereka semua. Roy menghampiri ketiga gadis yang berdiri tepat dihadapanya.
"Nih, barusan gue lewat indomei jadi mampir dulu" ucapnya seraya menyerahkan dua kantong makanan itu pada Clara.
"Thanks yaa" ucapnya
"Dari mana lo?" tanya Gabriel yang baru selesai memasang lampu lampu kecil disana
"Biasa gue abis dari warung bu rum" jawabnya
"Ada Saka?" tanya Clara kini
"Ada si tapi tadi dia pergi duluan, gue gak tau kemana" Clara hanya mengangguk atas jawaban Roy yang membuat dirinya yakin bahwa Saka tak akan pernah datang.
Karena jika memang manusia itu akan datang mungkin saat ini mereka akan pergi bersama
Clara langsung membawa 2 makanan itu menuju tempat dimana semua makanan yang lain disimpan. Dia menyusun satu persatu Snack itu sambil terus memikirkan pesan yang bercentang biru tadi.
"harusnya sejak awal gue gak ikutin apa yang mereka bilang, harusnya gue gak chat saka" gerutu gadis itu
"Udahlah... gue yakin Saka pasti dateng kok" Ucap Bima yang tak sengaja mendengar gerutu Clara
"Loh bim, g-gue cuman kesel aja, iya... kesel aja karna chat gue cuman di read gak lebih kok"
Bima tertawa " kalo pun lo emang ngarepin dia dateng kesini gapapa kali Clar, gue ngerti kok"
KAMU SEDANG MEMBACA
CLARA & SAKA
Ficção AdolescenteSiapa sangka seorang murid baru bernama Clara bisa bersahabat dengan cowok bernama saka yang super dingin dan gak bisa tersentuh oleh cewek manapun? Lalu apa Jadinya dengan persahabatan mereka? Apakah ada persahabatan antara cewe dan cowok yang gak...
