Endless Love

1.4K 180 30
                                        


Jeongguk menghentikan langkahnya saat mereka tepat berdiri di atas jembatan. Tangannya ditarik sehingga genggaman keduanya terlepas. Membuat Taehyung tercekat dan memutar badan untuk menatap Jeongguk-nya bingung. Sedangkan Jeongguk hanya diam tak mengatakan apapun.

Isi kepalanya terus memutar ulang perkataan Sang Raja yang mengatakan seolah-olah cinta mereka sungguh terlarang. Jeongguk mengerjap. Ia tak mengerti, apa yang salah dari dua anak manusia yang saling mendamba?

Taehyung menghela, "Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang. Ayo segera kembali. Kau hanya butuh ditenangkan."

Jeongguk menggeleng. Ia mengambil langkah mundur.

"Ucapan Yang Mulia Raja ada benarnya."

"Tidak, Jeongguk. Jangan begitu." Taehyung gelisah. Raut wajahnya kacau.

Jeongguk melangkah mundur.

"Jeongguk, kumohon." Taehyung terus mendekat. Namun Jeongguk terus menjauh. Taehyung berusaha menggapai tangan Jeongguk namun tak diberi.

"Tinggalkan saya, Yang Mulia."

"Berhenti bicara atau aku akan menciummu sekarang juga." Ancam Taehyung yang membuat Jeongguk langsung menutup mulut. Ia terus melangkah mundur dengan Taehyung yang mencoba meraihnya.

Tak sabar, Taehyung justru menggendong Jeongguk di bahunya seperti karung beras. Membawa tubuh itu menuju paviliunnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Mengabaikan betapa Jeongguk berusaha memberontak dengan memukuli punggungnya dan berteriak minta dilepaskan.

Saat mereka memasuki kamar, Taehyung meletakkan Jeongguk di atas ranjang. Ia duduk bersimpuh dan menatap Jeongguk tanpa kedip. Jeongguk bisa merasakan bagaimana napas Taehyung menderu.

Sedangkan Jeongguk memalingkan wajahnya. Ia tak mau menatap Taehyung saat amarah lebih menguasai mereka saat ini.

"Istirahatlah. Pejamkan matamu, lupakan yang terjadi hari ini. Anggap semuanya hanya angin lalu. Aku akan memikirkan cara yang lain."

"Mengapa Yang Mulia bersikeras ingin menikahi saya padahal segalanya terasa  mustahil?"

"Pertanyaan macam apa itu? Apakah pantas kau mengatakannya setelah semua hal yang pernah kita lewati?" Ucap Taehyung tersinggung.

Ia meraih pergelangan tangan Jeongguk. "Kau lihat apa? Aku di depanmu sekarang. Tatap aku."

Jeongguk menatap Taehyung dengan bola mata yang bergetar takut. Sedangkan Taehyung membalasnya dengan penuh tuntut. Mereka tak mengucap apa-apa. Hanya berperang dengan isi kepala masing-masing.

"Saya baru menyadarinya, bahwa Yang Mulia adalah orang yang sangat keras kepala. Untuk apa memperjuangkan segalanya jika kita tak pernah menemukan titik temu? Kita seperti  berlari tanpa bisa mencapai garis akhir."

Perkataan Jeongguk menyulut emosinya. Seketika raut Taehyung berubah datar setelah menghela napas. Genggamannya terlepas begitu saja. Ia berdiri dan menatap Jeongguk dari atas. "Apa itu artinya, kau sudah lelah berjuang? Lalu apa maumu sekarang? Berpisah? Sungguh kau menginginkannya? Hanya karena tak mendapatkan persetujuan dari kedua orang tuaku?"

Jeongguk tercekat. Sungguh bukan itu maksudnya. Ia bersumpah mencintai Taehyung, namun takdir seolah menolak untuk menyatukannya. Lalu Jeongguk bisa apa? Pikirnya daripada perjuangan Taehyung tak bernilai apa-apa bukankah lebih baik mereka usai saja?

"Jadi hanya sedangkal itu perasaanmu padaku." Angguk Taehyung.

"Tidak, Yang Mulia."

"LALU APA?! KATAKAN!!!! KATAKAN SEBERAPA BESAR KAU MENCINTAIKU!!! KAU PUNYA MULUT. GUNAKAN ITU SUPAYA AKU MENGERTI."

My Eden | Tk √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang